- Beda Pendapat Hasil Musprov Kadin Kaltim soal Keterpilihan Putri Amanda, Publik yang Salah Paham atau Kesalahan Berjamaah Para Peserta?
- Dampak Banjir Lebih Mahal dari Tambang: Studi CELIOS Ungkap Kerugian Nasional Rp68,6 Triliun
- Calon Anggota KPID Harus Nyatakan Tak Terkait Partai Politik, Tercantum di Beleid
Tren SiLPA Kaltim dan 10 Kabupaten Kota 2022–2024
Berdasarkan data yang dihimpun redaksi Arusbawah.co dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu per 4 Desember 2025, saldo SiLPA Provinsi Kaltim menunjukkan tren fluktuatif (naik turun).
Pada 2022, SiLPA Kaltim mencapai Rp2,57 triliun, kemudian turun menjadi Rp675 miliar pada 2023, sebelum meningkat lagi menjadi Rp900 miliar pada 2024.
Tren serupa terlihat pada beberapa kabupaten dan kota.
Rincian SiLPA 10 Kabupaten dan Kota di Kaltim
Kabupaten Berau semula tidak mencatat SiLPA pada 2022, kemudian meningkat menjadi Rp449 miliar pada 2023, dan naik lagi menjadi Rp488 miliar pada 2024.
Kutai Kartanegara juga menunjukkan fluktuasi, mulai dari Rp500 miliar pada 2022, naik menjadi Rp750 miliar pada 2023, dan sedikit turun menjadi Rp500 miliar pada 2024.
Kutai Barat mencatat peningkatan tajam dari Rp67 miliar pada 2022 menjadi Rp1,78 triliun pada 2023, lalu sedikit menurun menjadi Rp1,55 triliun pada 2024.
Kabupaten Kutai Timur sempat nol pada 2022, kemudian melonjak menjadi Rp1,77 triliun pada 2023, dan kembali nol pada 2024.
Kabupaten Paser mengalami peningkatan dari Rp415 miliar pada 2022 menjadi Rp676 miliar pada 2023, kemudian turun sedikit menjadi Rp586 miliar pada 2024.
Tag



