Arus Publik

SiLPA Kaltim dan 10 Kabupaten Kota 2022, 2023, dan 2024, Berapakah Sisa Anggaran di 2025?

Jumat, 5 Desember 2025 9:0

Gambar Ilustrasi Tren SiLPA Meningkat dari tahun 2022 2023 dan 2024 di Kaltim dan 10 Kabupaten/kota/Ilustrasi oleh tim AI Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Memasuki penghujung 2025, masyarakat Kalimantan Timur sempat disuguhi soal informasi nasib dana publik (APBD) yang menganggur. 

Pertanyaannya, apakah anggaran 2025 akan terserap lebih maksimal daripada tahun-tahun sebelumnya?

Akhir tahun 2024 lalu, permasalahan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) menjadi isu hangat di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

Hal itu disebabkan oleh makin meningkatnya jumlah SiLPA dari APBD seluruh pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim dari tahun ke tahun, menandakan masih banyak dana publik yang menganggur.

Apa Itu SiLPA dan Dampaknya bagi Daerah

Adapun pengertian dari SiLPA adalah selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran APBN selama satu periode pelaporan.

Dikutip dari pernyataan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, dalam penyusunan APBD angka SiLPA ini seharusnya sama dengan nol.

Artinya bahwa penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran yang terjadi.

Sebagai contoh, misal dalam APBD terdapat defisit anggaran sebesar Rp100 miliar, ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp100 miliar, maka SiLPA-nya adalah Rp0, tetapi jika terdapat defisit anggaran sebesar Rp100 miliar dan ditutup dengan penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) sebesar Rp120 miliar (SiLPA Positif), yang berarti bahwa secara anggaran masih terdapat dana dari penerimaan pembiayaan Rp20 miliar yang belum dimanfaatkan untuk membiayai Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah.

Makin besar jumlah SiLPA maka makin besar pula jumlah yang belum dimanfaatkan oleh Pemda untuk membiayai Belanja Daerah dan/atau Pengeluaran Pembiayaan Daerah.

Kondisi SiLPA yang besar pada Provinsi Kaltim ini tentunya berdampak kurang baik bagi masyarakat Kaltim karena berarti penyerapan anggaran belanja yang dapat menjadi stimulus ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi kurang maksimal.

Ada banyak kas menganggur (idle cash) yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kaltim.

Tag

MORE