Kota Balikpapan mencatat kenaikan dari Rp177 miliar pada 2022 menjadi Rp536 miliar pada 2023, lalu turun menjadi Rp378 miliar pada 2024.
Kota Bontang naik dari Rp50 miliar pada 2022 menjadi Rp605 miliar pada 2023, dan sedikit menurun menjadi Rp266 miliar pada 2024.
Kota Samarinda mengalami penurunan signifikan dari Rp998 miliar pada 2022 menjadi Rp585 miliar pada 2023, lalu turun lagi menjadi Rp284 miliar pada 2024.
Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat angka rendah namun meningkat dari nol pada 2022 menjadi Rp92 miliar pada 2023, lalu turun menjadi Rp85,7 miliar pada 2024.
Kabupaten Mahakam Ulu meningkat dari Rp277 miliar pada 2022 menjadi Rp522 miliar pada 2023, lalu naik lagi menjadi Rp650 miliar pada 2024.
Apa Makna Data SiLPA Bagi Kaltim?
Data ini menunjukkan bahwa jumlah SiLPA di Kaltim cukup besar dan cenderung meningkat meski terdapat fluktuasi di beberapa daerah.
Nilai terbesar sepanjang tiga tahun terakhir berada di Kutai Barat, yang mencerminkan adanya pola pengelolaan keuangan yang belum maksimal.
(wan)
- APBD Kaltim Rp 15,15 Triliun di 2026, Ekti Imanuel Mau Pembangunan Jalan Buka Isolasi Kubar - Mahulu Terus Lanjut
- Polisi Ungkap Soal Tersangka Kredit Fiktif, Bankaltimtara Tegaskan Komitmen Penegakan Aturan
- Ribuan Lubang Tambang belum Direklamasi di Kaltim Diucapkan Depan Menteri, Syafruddin: AMDAL Diperketat
Tag




