Belanja Pegawai Jadi Prioritas Utama
Dalam skema pembayaran yang disusun Pemkot Samarinda, belanja pegawai menjadi prioritas pertama sebelum pembayaran utang kepada pihak ketiga.
Ananta mengatakan pemerintah harus mendahulukan kewajiban yang bersifat wajib dan mengikat, seperti gaji aparatur sipil negara (ASN), Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga pembayaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Yang wajib mengikat itu adalah pembayaran gaji, TPP, serta PPPK. Jadi pertama kita utamakan belanja pegawai," ujarnya.
Setelah seluruh kewajiban pegawai terpenuhi, sisa kemampuan keuangan daerah akan digunakan untuk membayar utang secara bertahap.
Menurutnya, mekanisme tersebut akan berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi kas daerah dari bulan ke bulan.
"Setelah belanja pegawai terpenuhi, kita hitung per bulan kemampuan keuangan daerah. Sisanya itu kita bayarkan untuk pembayaran hutang secara bertahap," katanya.
Utang ke Kontraktor Hingga Tenaga Ahli
Ananta mengungkapkan total kewajiban yang harus diselesaikan Pemkot Samarinda mencapai sekitar Rp400 miliar.
Nilai tersebut terdiri atas berbagai jenis belanja yang belum terbayarkan kepada banyak pihak.
"Itu hutangnya ke banyak pihak ketiga. Ada kontraktor, ada juga pembayaran honor tenaga ahli dan lain sebagainya," jelasnya.
Sebagian besar utang tersebut berasal dari tahun anggaran 2025. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kecil kewajiban yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya.
"Yang diutamakan memang hutang tahun 2025, tapi ada juga yang kita siapkan untuk sebelum 2025. Kalau yang sebelum-sebelumnya sebenarnya tinggal sedikit saja lagi," ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat pula sejumlah utang lama yang secara administratif masih tercatat, namun pihak penerima tidak lagi mengambil hak pembayaran mereka.
Kondisi itu membuat sejumlah kewajiban menumpuk dalam catatan keuangan daerah meski nilainya dinilai sudah tidak terlalu signifikan.
"Dan itu juga ada utang-utang yang salah satunya kepada pihak ketiga yang tidak mau mengambil uangnya. Akhirnya lama tertumpuk," katanya.
Tag



