ARUSBAWAH.CO - Kemunculan longsoran di area lereng atas Terowongan Samarinda belakangan ini kembali menjadi sorotan publik.
Namun, Pemerintah Kota Samarinda memastikan kondisi tersebut bukan merupakan longsor baru yang mengancam struktur utama terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda, Rizky Samudra Aprilian, mengatakan material yang terlihat saat ini merupakan bagian dari longsoran lama yang sebelumnya sudah pernah terjadi.
“Kalau dibilang longsor baru sih. Sepertinya sejauh ini sih belum ada longsoran baru ya,” ujar Rizky saat ditemui awak media, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, material yang terlihat saat ini kemungkinan hanya berupa runtuhan sisa dari longsoran yang pernah terjadi sebelumnya.
“Mungkin itu hanya runtuhan yang kemarin juga,” katanya.
Lereng Akan Ditangani, Tapi Tak Dianggap Mendesak
Meski tidak dikategorikan sebagai longsor baru, Pemkot Samarinda tetap menyiapkan penanganan terhadap lereng tersebut.
Rizky menjelaskan desain penanganan sebenarnya sudah tersedia. Salah satu metode yang direncanakan adalah melakukan pemapasan atau regrading agar kemiringan lereng menjadi lebih landai.
“Desain juga sudah ada sih untuk penanganan itu. Mungkin akan dipapas yang di atas itu," ujarnya.
Menurut dia, area yang sebelumnya menjadi sumber longsoran kini sudah berada dalam penguasaan pemerintah setelah proses pembebasan lahan selesai dilakukan.
Karena itu, penataan lereng akan lebih mudah dilakukan dibanding sebelumnya.
“Kan itu juga sudah kami bebaskan jadi sekarang punya area yang lebih,” katanya.
Meski demikian, pekerjaan fisik belum dapat segera dilakukan karena masih menunggu ketersediaan anggaran.
Saat ditanya kapan penanganan akan dimulai, Rizky mengaku belum bisa memastikan jadwalnya.
“Mungkin tahun depan, mungkin ya,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kendala utama saat ini adalah keterbatasan anggaran di tengah kondisi fiskal yang masih menjadi perhatian pemerintah.
Tag



