Andi Harun Prioritaskan Pembayaran Utang Demi APBD 2027 Stabil
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan Pemkot akan memprioritaskan pelunasan utang sekitar Rp400 miliar pada tahun 2026.
Menurutnya, sekitar 80 persen kebijakan APBD tahun ini diarahkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut agar kondisi fiskal daerah kembali stabil pada tahun berikutnya.
“Sudah kita hitung. Sekitar 80 persen anggaran digunakan untuk membayar utang, 20 persen tetap untuk pelayanan publik, pelayanan dasar, dan infrastruktur penting. Pendidikan dan kesehatan tetap harus berjalan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Andi Harun menegaskan seluruh utang tersebut ditargetkan lunas pada tahun ini.
“Iya, kita akan bayarkan tahun ini,” tegasnya.
Menurut pria yang akrab disapa AH ini, munculnya utang bukan karena kesengajaan pemerintah daerah, melainkan akibat perubahan kondisi fiskal setelah terjadi efisiensi anggaran di tengah perjalanan APBD.
Ia menjelaskan, rencana belanja sebelumnya telah disusun berdasarkan proyeksi penerimaan daerah.
Namun, setelah terjadi penyesuaian anggaran untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat, kemampuan keuangan daerah ikut berubah.
“Munculnya utang itu bukan sesuatu yang disengaja. Dalam perjalanan APBD kita ada efisiensi,” katanya.
Andi Harun menilai langkah memperbesar porsi pembayaran utang perlu dilakukan agar kondisi keuangan daerah tidak semakin berat pada tahun-tahun berikutnya.
Karena itu, ia memilih memprioritaskan pelunasan kewajiban dibanding memaksakan belanja baru.
“Karena itu saya mengambil kebijakan, 80 persen dari kebijakan APBD 2026 diperuntukkan membayar utang supaya APBD 2027 kembali stabil,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan pelayanan dasar masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur prioritas tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran tersebut.
(raf)
Tag




