Di tengah desakan keluarga korban dan pendampingan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim yang menuntut tanggung jawab moral, pihak rumah sakit justru tampak menjaga jarak.
Saat dikonfirmasi mengenai absennya permohonan maaf kepada keluarga, dr. Arysia enggan berkomentar.
"Nah, itu urusan manajemen. Saya enggak akan komen. Pokoknya kami sudah melakukan, kami enggak akan menjabarkan, pokoknya sementara ini saya terkaitnya cuma audit medik," tegasnya.
Wawancara berakhir mendadak ketika dr. Arysia menolak memberikan keterangan mengenai kondisi klinis terkini sang bayi yang saat ini kembali dirawat di RSUD AWS.
Ia berdalih enggan memberikan pernyataan yang dapat melebar dari persoalan audit medik. (son)
Baca juga:
Tag




