ARUSBAWAH.CO - Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menyoroti minimnya komunikasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi terkait pergantian Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) secara mendadak yang belakangan memicu polemik.
Padahal, Direktur Utama Bankaltimtara saat ini, Muhammad Yamin, yang menjabat untuk periode kedua 2024–2028, masih memiliki sisa masa jabatan sekitar dua tahun lagi.
DPRD bahkan mengaku baru mengetahui perkembangan proses tersebut dari media.
“Kalau sebelumnya, saat tiba-tiba mau diganti, memang belum ada komunikasi. Tapi setelah ini ramai, pasti nanti akan ada komunikasi, kita cari tahu sebabnya apa,” ujar Yenni saat wawancara, Selasa (31/3/2026).
Ia menyebut DPRD, termasuk Komisi II dan pimpinan, tidak dilibatkan dalam tahap awal proses pergantian.
Informasi yang diterima legislatif justru berasal dari pemberitaan yang beredar.
“Kami tahunya juga dari media. Komisi II, pimpinan, juga tidak dilibatkan,” ungkapnya.
Menurut Yenni, kondisi tersebut perlu menjadi evaluasi agar ke depan tidak terjadi lagi kesenjangan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.
Tag



