PWYP Indonesia turut mengkritisi rencana hilirisasi batu bara melalui proyek gasifikasi menjadi dimethyl ether (DME).
Mereka mengutip analisis Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) yang menyebut proyek tersebut dinilai kurang layak secara ekonomi karena biaya produksinya lebih tinggi dibanding impor LPG.
Selain berpotensi membebani subsidi negara, proyek tersebut juga dianggap tidak selaras dengan agenda transisi energi bersih.
PWYP Indonesia berpandangan hilirisasi yang memperpanjang ketergantungan terhadap energi fosil hanya akan memindahkan risiko iklim dan risiko fiskal kepada generasi mendatang.
Minta Aturan Turunan Disertai Sanksi Tegas
Peneliti PWYP Indonesia, Wicitra Diwasasri, mengingatkan agar kebijakan hilirisasi tidak kembali menempatkan Indonesia hanya sebagai pemasok bahan baku dunia.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan hilirisasi benar-benar memperkuat industrialisasi nasional, bukan sekadar mengejar ekspor komoditas mentah maupun produk antara.
PWYP Indonesia juga meminta sinkronisasi Putusan MK dengan aturan pelaksana, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025, terus diawasi.
Organisasi tersebut berharap aturan turunan nantinya tidak hanya mengutamakan rantai pasok domestik, tetapi juga memuat sanksi yang tegas bagi badan usaha yang tidak memenuhi kewajiban tersebut.
"Yang tidak kalah penting, kebijakan hilirisasi ke depan juga harus sejalan dengan komitmen iklim dan menghadirkan keadilan sosial-ekologis bagi masyarakat di kawasan tambang dan hilir, bukan sekadar memperpanjang laju ekstraksi sumber daya alam dalam kemasan kebijakan yang baru," kata Wicitra.
PWYP Indonesia menegaskan, perdebatan mengenai perubahan redaksi pasal tidak boleh mengaburkan pertanyaan yang lebih mendasar, yakni apakah kebijakan hilirisasi benar-benar mampu mengurangi ketergantungan terhadap model ekonomi ekstraktif sekaligus mendistribusikan manfaatnya secara adil kepada masyarakat di kawasan tambang, atau justru hanya mengubah bentuk ketergantungan tanpa menyelesaikan akar persoalannya. (pra)
Tag




