Rencana besar konversi LNG ini telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
Iqbal menyebutkan adanya koordinasi intensif dengan kementerian terkait untuk menjembatani komunikasi bisnis.
Ia menekankan pentingnya bukti komitmen dari perusahaan tambang sebelum melangkah ke tingkat kementerian
"Tapi minimal dengan tambang adanya MoU dulu. Karena apa? Pada saat kami maju ke Pak Menteri, akan ditanya pasarmu mana? Benar enggak ada yang mau, ada enggak peminatnya?" jelas Iqbal
Namun, Iqbal juga menekankan bahwa stabilitas produksi nasional tetap menjadi prioritas utama agar transisi ini tidak menimbulkan hambatan.
"Mereka enggak mau bisnis K3S di hulu migas ini terganggu pada saat switching dari ekspor kemudian ke domestik ternyata domestik serapannya lambat. Itu akan mengganggu produksi," pungkas Iqbal menutup sesi wawancara tersebut. (son)
Tag




