ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempertegas arah transformasi ekonomi daerah menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Di tengah ancaman nyata perubahan iklim, Pemkab Kukar resmi menjalin kemitraan strategis dengan organisasi internasional Solidaridad untuk memperkuat sektor pertanian rakyat, khususnya komoditas kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dan Country Manager Solidaridad Indonesia Yeni Fitriyanti di Tenggarong, Senin (15/12/2025) kemarin.
Sub-sektor perkebunan dipilih sebagai salah satu tulang punggung baru pendapatan asli daerah (PAD) yang bersifat terbarukan dan ramah lingkungan.
Diversifikasi Ekonomi dari Tambang ke Sektor Berkelanjutan
Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan, kemitraan ini menjadi langkah konkret Pemkab Kukar dalam mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap sektor ekstraktif seperti tambang, minyak, gas, dan batu bara.
“Kemitraan ini adalah sinyal kuat bahwa Kutai Kartanegara serius beralih dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berkelanjutan. Kami ingin memperkuat sektor-sektor yang renewable dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan pertanian berkelanjutan diharapkan menjadi benteng ekonomi baru bagi Kukar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tanpa mengorbankan lingkungan.
“Kami ingin petani sawit, kopi, dan kakao di Kukar memiliki daya saing global, tangguh menghadapi perubahan iklim, dan sejahtera di atas tanahnya sendiri,” tegas Aulia.
- 9 Provinsi Kuasai 86,8 Persen Produksi Sawit Nasional, Ini Peta Lengkap Sawit Indonesia 2020–2024! Kaltim di Posisi Apa?
- Devisa Sawit Tembus Rp361 Triliun, Indonesia Masih Raja Minyak Sawit Dunia! India Pasar Ekspor Nomor Wahid
- Tengah Desember 2025, PAD Samarinda Sampai di Angka Rp 1 Triliun! Tapi Belum Capai Target




