Arus Publik

Popi Akhirnya Pulang! 9 Tahun Direhabilitasi, Orangutan Kalimantan Ini Kini Hidup Bebas di Alam

Jumat, 10 Oktober 2025 16:57

ORANGUTAN BETINA POPI - Setelah sembilan tahun menjalani rehabilitasi di BORA Berau, Popi kini resmi hidup bebas di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Perjalanan panjang orangutan betina bernama Popi akhirnya sampai pada babak baru.

Setelah sembilan tahun menjalani rehabilitasi di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA), ia resmi dilepasliarkan ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 10 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN).

Pelepasliaran Popi merupakan hasil kolaborasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, KPHP Kelinjau, Centre for Orangutan Protection (COP), serta masyarakat lokal.

Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto menyebut, keberhasilan ini menjadi bukti nyata upaya panjang rehabilitasi orangutan yang dilakukan secara konsisten.

Popi sudah menunjukkan perilaku liar, sehat secara fisik dan mental, serta mampu bertahan hidup di alam. Itulah syarat utama sebelum seekor orangutan dilepasliarkan,” ujar Ari.

Timeline Perjalanan Hidup Popi

Diselamatkan Saat Bayi

22 September 2016: Tim BKSDA Kaltim menyelamatkan Popi dari Desa Sempayau, Sangkulirang.

Saat ditemukan, ia masih bayi berusia sekitar 1 bulan dengan tali pusar basah dan belum tumbuh gigi.

Popi mengalami gangguan pernapasan dan sangat rentan sakit.

Ia kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi BORA di Berau untuk menjalani perawatan intensif.

ORANGUTAN BETINA POPI - 22 September 2016, Tim BKSDA Kaltim menyelamatkan Popi dari Desa Sempayau, Sangkulirang. Saat ditemukan, ia masih bayi berusia sekitar 1 bulan dengan tali pusar basah dan belum tumbuh gigi/ HO to Arusbawah.co

 

Masa Karantina dan Playground

2016 – awal 2017: Popi menjalani masa karantina di klinik sebelum ditempatkan di playground bayi orangutan BORA untuk belajar berinteraksi dengan sesama.
Sekolah Hutan (Forest School)

2017 – awal 2025: Popi mulai belajar memanjat, mencari makan, dan membuat sarang di Sekolah Hutan KHDTK Labanan, Kecamatan Kelay, Berau.

Juni 2017: Popi, yang kala itu baru berusia 11 bulan, sudah mampu memanjat hingga 30 meter.

Maret 2018: Ia mulai belajar bersosialisasi dengan orangutan lain di kandang sosial, termasuk dengan Septi, betina dewasa yang berperan sebagai “ibu asuh”.

Selama sembilan tahun di sekolah hutan, Popi menunjukkan perkembangan signifikan dan akhirnya dinyatakan siap dilepasliarkan.

Pulau Pra-Pelepasliaran

26 April – 10 Juli 2025: Popi menjalani habituasi di Pulau Bawan, Kampung Merasa, Berau, selama tiga bulan.

Setelah tahap itu, ia dikarantina di fasilitas BORA Tasuk sebelum pelepasliaran.

Kembali ke Alam

10 Agustus 2025: Popi dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur.

Proses pelepasliaran berjalan lancar. Popi langsung menunjukkan kemampuan adaptasi dan mulai menjelajah hutan.

 

Tanda Adaptasi Positif di Alam

Menurut Wahyuni, Manajer Komunikasi COP, tim monitoring mengikuti aktivitas Popi selama tiga bulan setelah pelepasliaran.

Popi sempat bertemu orangutan lain bernama Bonti yang dilepas lebih dulu. Ia aktif berpindah, menyeberangi sungai melalui kanopi, dan mencari makan sendiri,” jelas Wahyuni.

Selama pemantauan, Popi terlihat memakan beragam pakan alami seperti buah balangkasua (Lepisanthes alata) dan buah sengkuang (Dracontomelon dao) — sumber makanan penting di hutan Mesangat.

Hingga akhir Agustus, Popi terpantau dalam kondisi sehat, aktif bergerak, dan menunjukkan tanda-tanda mandiri.

“Bayi Popi adalah bukti bahwa proses rehabilitasi yang panjang tidak pernah sia-sia. Kini ia benar-benar hidup sebagai orangutan liar,” tambah Wahyuni.

Arti Penting Pelepasliaran Popi

Pelepasliaran Popi menjadi bagian dari upaya nasional menjaga populasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang terus menurun akibat deforestasi dan perburuan ilegal.

Kepala BKSDA Kaltim menegaskan bahwa program rehabilitasi seperti ini akan terus diperkuat, dengan standar ketat terhadap kesehatan fisik, mental, dan perilaku liar satwa sebelum dilepas ke alam.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan mereka bisa benar-benar hidup mandiri dan berkontribusi terhadap keberlanjutan populasi di habitat alaminya,” tegas Ari.
 
Setelah sembilan tahun perjalanan panjang, Popi kini resmi menjadi penghuni baru Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat.

Cerita Popi bukan sekadar kisah satu orangutan kembali ke alam, tetapi simbol dari harapan, ketekunan, dan keberhasilan konservasi di Indonesia. (pra) 

Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co

 

Tag

MORE