Arus Publik

Populasi Pesut Mahakam Menyusut, RASI Catat Penurunan dari 80 Ekor di 2014 Kini Tersisa Hanya 60 Ekor!

Kamis, 2 Oktober 2025 13:16

PESUT MAHAKAM - Pesut Mahakam terlihat di antara Muara Muntai-Batuq, di dalam kawasan konservasi perairan Mahakam wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara/IST Yayasan RASI

ARUSBAWAH.COPopulasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di Sungai Mahakam terus mengalami penyusutan signifikan.

Berdasarkan catatan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), jumlah pesut menurun dari 80 ekor pada 2014 menjadi 60 ekor pada 2025.

Penurunan sekitar 25 persen ini menjadi alarm bagi konservasi spesies langka di Kalimantan Timur.

Tren Penurunan Populasi Pesut Mahakam

Danielle Krab dari RASI menyebutkan, tren penurunan populasi ini terlihat jelas sejak survei terakhir.

“Tren populasi itu sekarang menurun ya. Jadi kita melihat di tahun 2024 tinggal 60 ekor ya. Jadi di tahun ini kita belum tahu karena perlu tiga survei dengan interval 4 bulan biasanya untuk menghitung populasi. Jadi, ada metodenya berdasarkan sirip ID karena siripnya dia sebagai ID individu dia. Nah, itu kalau sudah di akhir tahun baru kami biasanya akan melihat berapa sih jumlah di tahun 2025 ini,” ujarnya saat diwawancara usai Rakor di hotel Fugo Samarinda, Rabu (1/10/2025).

Metode identifikasi menggunakan sirip punggung memungkinkan tim konservasi melacak individu pesut sejak 2005.

Sirip punggung berbeda-beda setiap pesut sehingga dapat dijadikan “sidik jari”.

Danielle menambahkan, beberapa pesut memiliki ciri fisik unik, seperti Fiona, yang memiliki skoliosis sehingga mudah dikenali.

Faktor Penyebab Kematian Pesut

Meskipun jumlah pesut berkurang, kematian masih menjadi tantangan utama.

Danielle menyebutkan empat faktor utama kematian pesut, yaitu terjerat jaring insang, tabrakan dengan kapal, keracunan, dan stres akibat gangguan habitat.

“Memang kebanyakan mati akibat jaring insang ya. Di tabrak kapal sama kami menemukan racun. Jadi racun itu racun ikan, ya itu lebih sulit untuk mengatasi,” jelasnya.

Selain itu, mikroplastik ditemukan di tubuh pesut selama necropsi laboratorium, yang menghambat pencernaan dan menimbulkan masalah kesehatan.

Tag

MORE