TPA Sambutan Kian Tertekan
Di tengah perubahan skema, persoalan sampah di Samarinda tak menunggu.
Tekanan terbesar berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Volume sampah yang terus meningkat membuat kapasitas pengelolaan semakin terbatas.
Bagi Pemkot, PLTSa bukan lagi proyek ambisius semata, melainkan kebutuhan mendesak untuk mencegah krisis lingkungan yang lebih luas.
Desy menegaskan percepatan tetap menjadi prioritas, meski kewenangan kini berada di pusat.
“Yang terpenting bagi kami, proyek ini tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Kondisi sampah sudah mendesak,” tegasnya.
Dengan skema baru ini, nasib PLTSa Samarinda sepenuhnya bergantung pada ritme dan keputusan Danantara.
Pertanyaannya, apakah sentralisasi mampu mempercepat, atau justru memperpanjang antrean proyek energi berbasis sampah di daerah? (isa)
Tag




