Arus Publik

Samarinda Terkini

Skema Tarif Progresif dan Penghapusan Abonemen, Penjelasan Perumdam Samarinda

by:
Lisa
Jumat, 13 Februari 2026 13:50

MENJELASKAN - Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Penyesuaian tarif air oleh Perumdam Tirta Kencana Samarinda tak sekadar angka di lembar tagihan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kebijakan ini memicu gelombang keluhan warga—terutama dari pelanggan yang merasa kenaikan belum sepenuhnya diiringi perbaikan layanan.

Kenaikan tarif dilakukan bertahap hingga 9 persen.

Di atas kertas, manajemen menyebut langkah ini rasional: sudah lima tahun tak ada penyesuaian, sementara biaya produksi terus menanjak.

Direktur Pelayanan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, mengakui sorotan publik tersebut.

Ia menyebut struktur biaya perusahaan berubah signifikan sejak penyesuaian terakhir pada 2021.

“Biaya produksi air naik, listrik naik, bahan kimia naik, operasional juga naik. Lima tahun tanpa penyesuaian tentu berdampak pada struktur biaya kami,” ujarnya usai diskusi publik di Samarinda, Kamis (12/2/2026).

Skema Bertahap dan Penghapusan Abonemen

Perumdam menerapkan kenaikan secara berlapis.

Dua bulan pertama hanya 2 persen. Setelah itu menjadi 4 persen, dan penuh 9 persen pada Agustus 2026—yang akan ditagihkan pada September.

Namun ada satu poin yang jarang disorot: biaya abonemen dihapus.

Manajemen mengklaim, dalam simulasi internal, pelanggan rumah tangga dengan konsumsi di bawah 20 meter kubik justru berpotensi membayar lebih rendah pada dua bulan awal.

“Kalau pemakaian sama, khususnya di bawah 20 kubik, dua bulan pertama bisa lebih rendah dari sebelumnya. Datanya bisa diuji,” kata Widyastuti.

Ia bahkan membuka ruang bagi pelanggan yang merasa tagihannya melonjak tak wajar untuk mencocokkan data konsumsi.

Tag

MORE