Data ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Jakarta sudah berada di level atas dalam indikator pembangunan manusia, dengan kesenjangan antarwilayah yang relatif lebih kecil dibanding Kaltim.
Kesenjangan Pembangunan Masih Jadi Catatan
Jika dibandingkan secara langsung, selisih IPM antara Kaltim (79,39) dan DKI Jakarta (85,05) masih cukup signifikan.
Perbedaan ini mencerminkan tantangan pembangunan di daerah luar Jawa, terutama dalam pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi produktif.
Namun di sisi lain, capaian kota-kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang menunjukkan bahwa Kaltim sebenarnya memiliki pusat-pusat pertumbuhan yang sudah setara dengan kota besar nasional.
Dengan hadirnya data BPS 2025 ini, isu pemerataan pembangunan kembali menjadi sorotan penting, terutama di tengah peran strategis Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (red)
- Kubar Jadi Daerah dengan Pencari Kerja Terbanyak di Kaltim, Jumlahnya Ribuan
- Ungguli Balikpapan dan Samarinda, Bontang Jadi Kota dengan Warga Paling Suka Membaca di Kaltim
- Samarinda Masuk 3 Besar Nasional, Kota Paling Maju di Luar Jawa Versi BRIN
- Kinerja PAD Tahun Pertama Gubernur di Kalimantan: Rudy Mas’ud, Agustiar Sabran, dan Zainal Paliwang Belum Capai Target
Tag




