ARUSBAWAH.CO - Perbedaan tingkat pembangunan manusia antara Kalimantan Timur (Kaltim) dan DKI Jakarta kembali terlihat jelas berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.
Indikator yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mengukur capaian kualitas hidup dari sisi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Dalam rilis tersebut, DKI Jakarta masih mencatat IPM tertinggi dibandingkan Kaltim, meski sejumlah daerah di Kaltim menunjukkan capaian yang cukup kompetitif di level nasional.
IPM Kaltim: Kota Besar Tembus Kategori Tinggi
Secara agregat, IPM Kalimantan Timur tercatat sebesar 79,39. Angka ini menempatkan Kaltim dalam kategori pembangunan manusia tinggi, namun masih berada di bawah DKI Jakarta.
Jika dirinci, wilayah dengan IPM tertinggi di Kaltim adalah:
- Samarinda: 83,53
- Balikpapan: 83,23
- Bontang: 83,04
Ketiga kota ini bahkan sudah masuk kategori sangat tinggi, menunjukkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang relatif lebih maju dibanding wilayah lain di provinsi tersebut.
Sementara itu, beberapa kabupaten masih berada di bawah rata-rata provinsi, seperti:
- Mahakam Ulu: 71,53 (terendah di Kaltim)
- Kutai Barat: 75,38
- Penajam Paser Utara: 75,82
- Paser: 75,85
- Kutai Timur: 76,48
- Berau: 77,72
- Kutai Kartanegara: 77,25
Kesenjangan ini menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah pedalaman di Kaltim.
DKI Jakarta Masih Unggul di Level Nasional
Di sisi lain, DKI Jakarta mencatat IPM 85,05, lebih tinggi dibanding Kaltim secara keseluruhan.
Hampir seluruh wilayah administratif di ibu kota juga berada di kategori sangat tinggi.
Rinciannya sebagai berikut:
- Jakarta Selatan: 88,51 (tertinggi)
- Jakarta Timur: 85,51
- Jakarta Barat: 85,18
- Jakarta Pusat: 84,45
- Jakarta Utara: 83,12
- Kepulauan Seribu: 77,52
Data ini menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Jakarta sudah berada di level atas dalam indikator pembangunan manusia, dengan kesenjangan antarwilayah yang relatif lebih kecil dibanding Kaltim.
Kesenjangan Pembangunan Masih Jadi Catatan
Jika dibandingkan secara langsung, selisih IPM antara Kaltim (79,39) dan DKI Jakarta (85,05) masih cukup signifikan.
Perbedaan ini mencerminkan tantangan pembangunan di daerah luar Jawa, terutama dalam pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi produktif.
Namun di sisi lain, capaian kota-kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang menunjukkan bahwa Kaltim sebenarnya memiliki pusat-pusat pertumbuhan yang sudah setara dengan kota besar nasional.
Dengan hadirnya data BPS 2025 ini, isu pemerataan pembangunan kembali menjadi sorotan penting, terutama di tengah peran strategis Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). (red)
- Kubar Jadi Daerah dengan Pencari Kerja Terbanyak di Kaltim, Jumlahnya Ribuan
- Ungguli Balikpapan dan Samarinda, Bontang Jadi Kota dengan Warga Paling Suka Membaca di Kaltim
- Samarinda Masuk 3 Besar Nasional, Kota Paling Maju di Luar Jawa Versi BRIN
- Kinerja PAD Tahun Pertama Gubernur di Kalimantan: Rudy Mas’ud, Agustiar Sabran, dan Zainal Paliwang Belum Capai Target




