ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan trotoar di Jalan Kesuma Bangsa, tepat di depan Dinas Perpustakaan Kota.
Proyek ini menelan anggaran Rp194.434.000, dan masuk dalam paket pekerjaan pemeliharaan rutin tahun 2025.
Kenapa Trotoar Ini Harus Diperbaiki?
Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti, menegaskan bahwa pengerjaan ini bukan sekadar merapikan pedestrian, tetapi mengatasi kerusakan struktur yang sudah membahayakan pejalan kaki.
Desy menjelaskan bahwa trotoar tersebut merupakan struktur lama sejak awal jalan dibangun dan belum pernah tersentuh perbaikan.
Kondisinya sudah melemah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama karena kawasan ini ramai dilalui pelajar, mahasiswa, dan pengunjung perpustakaan.
“Ada potensi membahayakan pengguna. Struktur lama ini memang harus diperkuat ulang,” ujar Desy.
Fokus Pekerjaan dan Tahapan Perbaikan
Desy menegaskan bahwa proyek ini bukan pembangunan drainase atau pelebaran jalan, melainkan murni perbaikan struktur trotoar agar ruang pejalan kaki tetap aman.
Rangkaian perbaikan trotoar Jalan Kesuma Bangsa dilakukan bertahap sepanjang tahun.
Segmen depan Perpustakaan Kota menjadi titik terakhir yang dikerjakan di 2025.
Pekerjaan ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2025, dengan pengawasan ketat agar hasilnya sesuai standar.
Detail Anggaran, Nomor Kontrak, dan Status Proyek
Perbaikan ini masuk kategori Penunjukan Langsung (PL) karena nilai anggarannya di bawah batas PL.
PUPR merujuk detail anggaran ke dokumen LPSE.
Berikut datanya:
- Nama Pekerjaan: Pemeliharaan Rutin Jalan Paket 40 / Trotoar Jalan Kesuma Bangsa Segmen Dinas Perpustakaan Kota
- Nomor Kontrak: 620/SPK/01.0046.040/100.07/2025
- Tanggal Kontrak: 29 Oktober 2025
- Nilai Proyek: Rp194.434.000
PUPR memastikan pekerjaan tidak kompleks dan diproyeksikan berjalan tanpa hambatan.
PUPR Ingatkan Pentingnya Fasilitas Pejalan Kaki
Meski kerap dianggap kecil, kerusakan trotoar tetap berisiko—mulai dari pejalan kaki tersandung hingga terganggunya aktivitas warga di kawasan Perpustakaan Kota dan sekolah sekitar.
“Trotoar itu ruang aman untuk warga. Kalau rusak dan membahayakan, harus segera ditangani,” tegas Desy. (isa)




