FGD itu mencoba menjembatani celah itu.
Peserta diajak memetakan persoalan mulai dari keterbatasan data, kebutuhan narasumber, sampai risiko penyebaran informasi yang keliru.
Dorong Penguatan Peran Media dalam Kebijakan Energi
Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk merumuskan langkah ke depan.
Fokusnya bagaimana media bisa lebih kuat dalam meliput isu transisi energi.
Beberapa hal yang mengemuka antara lain peningkatan kapasitas jurnalis, akses data yang lebih terbuka, serta penguatan jaringan narasumber.
Hasil diskusi ini nantinya akan dirangkum.
Mulai dari temuan utama, peta masalah, hingga rekomendasi. Semuanya akan dibawa sebagai bahan masukan dalam Dialog Kebijakan Nasional.
Harapannya, suara dari daerah termasuk dari media tidak lagi hilang di tengah proses pengambilan kebijakan.
FGD yang diikuti sekitar 13 peserta ini memang kecil.
Tapi isunya besar yakni Transisi energi bukan perkara sederhana.
“Kalau media tidak ikut memperdalam isu ini, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
(wan)
- Amnesty Kritik Respons Pemerintah Kaltim Usai Demo Berujung Ricuh, Singgung Kekerasan dan Pembatasan Pers
- Terpilih Pimpin SIEJ Simpul Kaltim, Fitri Wahyuningsih Ajak Jurnalis Lebih Aware Isu Lingkungan
- Belum Penuhi Standar Pengelolaan Limbah, 12 SPPG di Samarinda Disetop Sementara
- Anggaran Jamuan Tamu di Harum Resort Dipertanyakan, Castro: Sangat Tidak Pantas
Tag




