Salah satu targetnya, mengumpulkan perspektif dari media untuk dibawa ke pembahasan yang lebih tinggi Dialog Kebijakan Nasional soal transisi energi.
Dalam diskusi, satu per satu persoalan dibuka.
Isu transisi energi dinilai terlalu rumit dan teknis.
Bahasa yang dipakai sering kali tidak membumi.
Akibatnya, kata Dicky, sulit dipahami masyarakat.
Di sisi lain, akses terhadap data juga dinilai masih terbatas.
Informasi tidak selalu terbuka, narasumber pun tidak mudah dijangkau serta situasi itu membuat kerja-kerja jurnalis jadi serba terbatas.
Kata dia, dampaknya terlihat di pemberitaan.
Banyak laporan yang tidak utuh, hingga sebagian bahkan rawan bias.
Dalam kondisi seperti ini, menurutnya, misinformasi dan disinformasi mudah muncul.
“Kalau informasinya setengah-setengah, publik bisa salah menangkap. Ujungnya, kepercayaan terhadap kebijakan juga ikut goyah,” kata salah satu peserta dalam forum.
Kesenjangan Isu Lokal dan Narasi Media
YMH juga menyinggung hasil Forum Konsultasi Daerah (FKD) yang mereka gelar sepanjang 2025.
Dari situ terlihat ada jarak antara realitas di lapangan dengan narasi yang muncul di media.
Banyak isu di tingkat komunitas tidak terangkat.
Sebaliknya, kata dia, yang muncul di ruang publik justru sering kali tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Tag



