Arus Publik

Penjelasan Disdikbud Mahulu soal Isu Beasiswa! Bukan Dipotong tapi Pemerataan

Kamis, 8 Januari 2026 11:15

AUDIENSI - Audiensi berlangsung di Kantor Penghubung Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu di Samarinda, Selasa (6/1/2026)/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -   Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan dana Beasiswa Gerbang Cerdas Mahakam Ulu (GCM).

Klarifikasi ini disampaikan menyusul mencuatnya isu pemotongan beasiswa yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Mahulu, Samson Batang, usai audiensi dengan mahasiswa Mahakam Ulu yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur (KBMKMU Kaltim).

Audiensi Digelar untuk Meluruskan Informasi yang Beredar

Audiensi berlangsung di Kantor Penghubung Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu di Samarinda, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan ini digelar sebagai respons atas polemik penurunan nominal Beasiswa Stimulan tahun anggaran 2025 yang kemudian berkembang menjadi tudingan pemotongan sepihak.

Perwakilan KBMKMU Kaltim diterima langsung oleh Kepala Disdikbud Mahulu, didampingi Tim Beasiswa Disdikbud. 

Disdikbud Sebut Audiensi Jadi Ruang Klarifikasi Terbuka

Samson Batang menyatakan audiensi menjadi forum dialog terbuka untuk meluruskan informasi yang dinilai berkembang tidak utuh di ruang publik.

“Audiensi ini penting agar mahasiswa memahami secara menyeluruh mekanisme dan kebijakan Beasiswa Stimulan yang dijalankan pemerintah daerah,” ujarnya.

Besaran Bantuan Disesuaikan Kemampuan Anggaran Daerah

Dalam penjelasannya, Samson menegaskan sejak awal Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu dirancang sebagai beasiswa stimulan, bukan beasiswa penuh.

Artinya, bantuan diberikan sebagai dorongan awal bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan secara mandiri.

“Stimulan itu sifatnya bantuan, bukan pembiayaan penuh. Besarannya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan dianggarkan melalui Bagian Kesra, bukan oleh Disdikbud,” jelasnya.

 

Lonjakan Penerima Picu Penyesuaian Nominal

Ia mengungkapkan, polemik bermula dari lonjakan jumlah penerima beasiswa yang signifikan.

Pada 2023 jumlah penerima tercatat 436 orang, meningkat menjadi 487 orang pada 2024, dan melonjak tajam menjadi 679 orang pada 2025.

“Dengan jumlah penerima yang melonjak sementara anggaran terbatas, pemerintah harus mengambil kebijakan. Kami memilih pemerataan agar semua mahasiswa yang memenuhi syarat tetap menerima,” tegas Samson.

Konsekuensinya, nilai bantuan per orang menyesuaikan jumlah penerima.

Disdikbud Bantah Isu Pemotongan dan Penyalahgunaan Dana

Menanggapi tudingan di media sosial, Disdikbud Mahulu memastikan seluruh proses penyaluran beasiswa dilakukan secara sistemik dan transparan.

“Dana disalurkan langsung dari Rekening Kas Daerah ke bank, lalu ke rekening masing-masing penerima. Tidak ada cash on hand dan semuanya bisa ditelusuri,” ujarnya.

Samson juga membantah isu pemotongan pajak maupun penyalahgunaan dana beasiswa.

“Tidak ada pemotongan pajak. Yang ada hanya biaya administrasi bank sekitar Rp6.500, itu pun hanya bagi penerima yang tidak menggunakan rekening Bank Kaltimtara. Itu kebijakan bank, bukan dari kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, sisa anggaran (SiLPA) program beasiswa hanya sekitar Rp12 juta dan otomatis kembali ke kas daerah, sehingga membantah tudingan adanya pemotongan dalam jumlah besar.

Kebijakan Pemerataan Jadi Pilihan Pemkab Mahulu

Pelaksanaan Beasiswa GCM mengacu pada Peraturan Bupati Mahakam Ulu Tahun 2021 tentang pedoman pemberian beasiswa.

Setiap daerah memiliki kebijakan berbeda dalam mengelola program bantuan pendidikan.

“Ada daerah yang menerapkan kuota tetap dan menggugurkan pendaftar jika melebihi kuota. Kami memilih kebijakan pemerataan. Semua yang memenuhi persyaratan diterima,” jelas Samson.

Karena itu, nilai beasiswa bersifat fluktuatif dan menyesuaikan jumlah penerima serta kemampuan anggaran daerah.

Dalam audiensi tersebut, Disdikbud Mahulu memaparkan data jumlah penerima, anggaran, mekanisme distribusi, hingga sistem transfer dana secara rinci sebagai bentuk keterbukaan informasi.

Samson menyebutkan pihaknya juga telah melakukan evaluasi internal dan berharap ke depan alokasi anggaran beasiswa dapat ditingkatkan agar nilai stimulan lebih besar.

“Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan. Yang penting disampaikan secara konstruktif dan tidak memicu kegaduhan,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa Mahakam Ulu dapat fokus menempuh pendidikan dan kelak berkontribusi dalam pembangunan daerah. (pra)

 

Tag

MORE