ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Timur (Kaltim) masih sangat bergantung pada sektor tambang sebagai penggerak utama ekspor.
Sepanjang Januari hingga November 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor hasil tambang Kaltim mencapai Rp207,22 triliun, menjadikannya kontributor terbesar dalam struktur ekspor daerah.
Angka tersebut setara dengan US$13,20 miliar dan menyumbang 70,23 persen dari total ekspor Kaltim selama periode tersebut.
Meski mendominasi, kinerja ekspor tambang justru menunjukkan tren pelemahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspor Tambang November 2025 Tembus Rp20,28 Triliun
Pada November 2025, nilai ekspor hasil tambang Kaltim tercatat sekitar Rp20,28 triliun.
Nilai ini mengalami kenaikan 2,03 persen secara bulanan (month-to-month) dibanding Oktober 2025, yang mengindikasikan adanya perbaikan kinerja dalam jangka pendek.
Namun, jika dilihat secara tahunan, ekspor tambang turun 17,52 persen dibanding November 2024 (year-on-year).
Penurunan ini menegaskan bahwa kenaikan bulanan belum cukup kuat untuk membalik tren pelemahan yang terjadi sepanjang 2025.
Secara Tahunan, Kinerja Tambang Masih Tertekan
Secara kumulatif, ekspor hasil tambang Kaltim turun 19,38 persen (year-to-date) dibandingkan periode Januari–November 2024.
Pelemahan ini mencerminkan tekanan dari berbagai faktor, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, perlambatan permintaan dari negara mitra dagang, hingga dampak transisi energi yang mulai menekan konsumsi komoditas fosil.
Tag



