Penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi telah menjelaskan bahwa program influencer sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan promosi desa wisata yang sudah berjalan sejak 2024.
Ririn menambahkan, strategi promosi dengan influencer dianggap efektif dalam memperluas jangkauan informasi wisata daerah.
“Itu program kerja 2024, dan kebetulan ada pembiayanya untuk 2025 ini, jadi kita melanjutkan. Karena kita mau meng-upgrade desa wisata, promosi desa wisata,” jelas Ririn.
Menurut Ririn, anggaran Rp1,7 miliar itu mencakup honor, perjalanan dinas, akomodasi, workshop, serta kebutuhan teknis lainnya bagi influencer.
“Itu nanti juga ada Standar Satuan Harga (SSH) nya. Ada banyak rinciannya. Provinsi lain juga punya mitra seperti vlogger, YouTuber, selebgram, influencer. Sekarang memang eranya begitu,” pungkasnya.
(wan)
Tag




