Rencana pembangunan terminal multipurpose sebenarnya bukan hal baru.
Pada 2024 lalu, groundbreaking proyek tersebut sudah dilakukan di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran.
Saat itu proyek digagas melalui kerja sama Pemerintah Kota Samarinda dengan PT RAE Energi Investama dan PT Samudera Pelabuhan Indonesia.
Marnabas mengakui terdapat persoalan teknis pada lokasi sebelumnya sehingga Pemkot kembali mencari sejumlah alternatif titik baru.
“Beda. Tempatnya lain (dengan yang groundbreaking). Karena yang kemarin ada masalah sedikit di lokasi,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Marnabas menegaskan Pemkot Samarinda tidak ingin pembangunan Terminal Multipurpose hanya bergantung pada satu lokasi semata.
"Artinya, makanya saya bilang cari tempat, begitu ada sedikit masalah, ya kita harus pindah ke satunya. Tidak boleh, perencanaan itu hanya satu titik," sambungnya.
Meski demikian, ia memastikan lokasi proyek lama belum sepenuhnya dibatalkan.
“Ini kan masih dalam proses penyelesaian. Selesai itu bisa nyambung ke sana,” katanya.
Eks Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Akan Jadi Sambungan Teras Samarinda
Jika terminal multipurpose sudah dibangun dan seluruh aktivitas pelabuhan dipusatkan di sana, kawasan bekas pelabuhan di tepian Sungai Mahakam itu akan menjadi lanjutan pengembangan Teras Samarinda.
Marnabas mengatakan, kawasan pelabuhan di Jalan Yos Sudarso nantinya akan ditata ulang menjadi ruang publik.
“Yang di Yos Sudarso itu dipindah. Teras nanti lanjut sampai ke ujung,” ujarnya.
Rencananya, pengembangan Teras Samarinda akan dilanjutkan hingga kawasan ujung pelabuhan yang saat ini masih menjadi lokasi kantor KSOP.
“Semuanya nanti pelan-pelan dipindah supaya bisa jadi sambungan teras,” katanya.
Senada, Hotmarulitua Manalu, menyebut setelah relokasi dilakukan ke Palaran, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai bagian lanjutan pembangunan Teras Samarinda di tepian Sungai Mahakam.
“Yang lama dilanjut buat pembangunan teras,” katanya. (raf)
Tag




