“Supaya Samarinda betul-betul menjadi pusat kota biasa dan perdagangan,” tambahnya.
- Minggu Ini Pemprov Balas Surat Andi Harun, Jawaban Tak Berubah, Redistribusi 49.742 Peserta Tetap Dikembalikan Meski Samarinda Menolak
- Disebut Tak Seperti yang Viral, Biro Umum Klaim Anggaran Rujab Gubernur Hanya Rp3 Miliar dari Total Rp25 Miliar yang Dipecah ke 57 Paket
- Ada Rencana Bangun Rujab Baru Wawali Samarinda Rp19,5 Miliar, Saefuddin Zuhri: Perencanaannya Ada, tapi Pelaksanaannya Belum
Siapkan 3 Lokasi dan 4 Opsi Akses Jalan
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan saat ini pembahasan masih difokuskan pada penentuan lokasi terminal serta akses jalannya.
“Rencana kita akan memindahkan pelabuhan terminal multipurpose yang ada di Yos Sudarso ke daerah Palaran,” ujarnya, ditemui di hari yang sama.
Dishub bersama instansi terkait kini sedang menyusun sejumlah alternatif akses menuju terminal baru tersebut.
“Kita membuat empat sampai lima opsi jalan, kemudian dua sampai tiga jetty. Apakah jetty yang sudah ada dikembangkan atau bikin baru lagi. Nah ini perlu pematangan lahan lagi," jelasnya.
Menurut Manalu, aspek teknis seperti kedalaman sungai hingga lebar tapak dermaga menjadi perhatian penting karena terminal ini dirancang melayani kapal-kapal besar.
“Di sisi kedalaman, kemudian sisi lebar jetty-nya atau tapak dermaganya itu harus diperhatikan,” katanya.
Ia mengungkapkan saat ini sudah ada tiga titik lokasi yang masuk pembahasan. Namun, belum dapat dipublikasikan.
“Untuk titiknya sudah ada tiga yang jadi opsi,” ujarnya.
Skema Pendanaan Dibuka untuk Pihak Ketiga
Pemkot Samarinda juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pembangunan terminal tersebut.
Marnabas menyebut proyek bisa dikerjakan menggunakan skema business to business (B to B) maupun dibiayai penuh pemerintah daerah.
“Bisa nanti B to B, artinya ada pihak ketiga. Bisa juga nanti full pemerintah daerah,” katanya.
Hal serupa disampaikan Manalu. Menurutnya, pembiayaan proyek nantinya akan melibatkan investor maupun pemerintah kota.
“Pembiayaan pasti nanti pihak ketiga ada di sisi pemerintah kota. Jadi B to B,” ujarnya.
Namun hingga kini nilai investasi maupun total anggaran proyek belum bisa dipastikan karena lokasi final terminal belum ditentukan.
“Belum tahu, karena kita belum menentukan titik,” katanya.




