"Kalau matinya lama ya otomatis perlu beli lagi. Tapi kalau stok kami aman. Kalau mati lampu seharian pun masih aman," kata Hendri.
Restoran Lebih Rentan, Hotel Dinilai Lebih Siap
Selaku Ketua IHGMA Kaltim, Hendri mengaku belum menerima laporan adanya dampak serius dari hotel-hotel anggota IHGMA akibat pemadaman bergilir.
Keluhan yang muncul lebih banyak terkait kekhawatiran kerusakan peralatan elektronik apabila listrik terlalu sering padam secara mendadak.
"Kalau sering mati mendadak memang dikhawatirkan peralatan cepat rusak. Tapi sejauh ini karena terjadwal, dampaknya belum terlalu signifikan," katanya.
Menurutnya, hotel justru relatif lebih siap menghadapi kondisi tersebut dibanding sektor usaha lain.
Restoran maupun usaha kuliner yang tidak memiliki genset dinilai jauh lebih berisiko karena bahan makanan seperti ikan, daging dan produk segar lainnya bisa rusak ketika listrik padam dalam waktu lama.
Sementara hotel telah memiliki sistem cadangan listrik dan cadangan air sehingga operasional tetap bisa berjalan.
"Kalau yang enggak punya genset, kayak restoran, itu bahaya. Ikannya bisa rusak, bahan-bahan seperti daging juga. Tapi kalau hotel kan punya genset, jadi enggak terlalu mengganggu untuk operasional," kata Hendri.
Bahkan, saat pemadaman listrik maupun air sempat terjadi tanpa jadwal beberapa waktu lalu, banyak masyarakat memilih menginap di hotel karena fasilitas dasar tetap tersedia.
"Kalau dulu waktu sering mati lampu, orang ramai-ramai ke hotel. Mati air juga ke hotel, soalnya kami punya stok air banyak," pungkasnya.
(raf)
- Jadwal Pemadaman Listrik Kutai Kartanegara Hari Ini, 11 Juli 2026: Kota Bangun Ilir hingga Desa Liang Terdampak
- 9 Rekomendasi Cafe dan Matcha Bar di Samarinda, Wajib Dicoba Para Pecinta Matcha
- Rekomendasi 7 Warung Nasi Kuning di Samarinda, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
- Informasi Jadwal Pemadaman Listrik Samarinda Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026: Kesuma Bangsa hingga Jalan Dr. Soetomo Terdampak
Tag




