Menurut Fauzi, jumlah kader PMII di Kalimantan Timur sudah cukup besar untuk menjadi kekuatan sosial-politik yang signifikan, asalkan dikelola dengan visi yang jelas dan orientasi kebermanfaatan publik.
“Saya berharap alumni PMII terus berperan aktif membangun kemandirian dan berkiprah nyata di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dari tingkat nasional, Wakil Ketua PB IKA-PMII, Hery Haryanto Azumi, menegaskan bahwa PMII dan IKA-PMII sejak awal dirancang sebagai proyek kaderisasi jangka panjang bagi kepemimpinan bangsa, bukan organisasi lokal atau sektoral.
Ia menyebut keterlibatan alumni PMII di berbagai ruang strategis negara bukanlah kebetulan, melainkan hasil desain kaderisasi yang konsisten. Bahkan, peluang alumni PMII menjadi presiden di masa depan dinilainya bukan sesuatu yang mustahil.
Namun, Hery mengingatkan bahwa peluang tersebut hanya bermakna jika alumni tetap menjaga integritas, daya kritis, dan keberpihakan sosial, bukan sekadar memanfaatkan jaringan organisasi untuk kepentingan sempit.
“PMII tidak disiapkan untuk mengisi kekosongan jabatan. Kita disiapkan untuk ikut menentukan arah peradaban,” tutupnya. (sobizz/isa)
- Kata Siapa Sawit Bukan Biang Banjir? Syafruddin Geram Logika Gagal di Balik Deforestasi Kaltim
- Ribuan Lubang Tambang belum Direklamasi di Kaltim Diucapkan Depan Menteri, Syafruddin: AMDAL Diperketat
- Legislator Senayan asal Kaltim Bicara soal Penetapan Dewan Energi Nasional! Bakal Turut Awasi Transisi Energi di IKN
Tag




