“Kata siapa? Sawit itu bukan penyebab banjir,” ujarnya.
“Sawit itu sebelum ditanam, hutan digundulin dulu kan, pohon-pohon,” tegasnya.
“Kaltim itu sudah deforestasi,” lanjutnya.
ARUSBAWAH.CO - Begitulah kegeraman Syafruddin saat ada yang bilang sawit tidak berkaitan dengan banjir yang berulang menghantam Kalimantan Timur.
Anggota Komisi XII DPR RI itu geram karena pernyataan tersebut, menurutnya, mengabaikan fakta lapangan dan data kerusakan lingkungan yang sudah telanjang mata.
Menurutnya, narasi yang menyebut sawit bukan penyebab banjir adalah bentuk kegagalan logika berpikir.
Politisi PKB itu menilai, proses membuka kebun sawit selalu diawali dengan pembabatan hutan.
Pria yang akrab disapa Udin itu menegaskan, tidak ada sawit yang tumbuh di hutan utuh secara alami tanpa adanya penebangan pohon lebih dulu.
“Kata siapa? Sawit itu mau nanam sawit itu kan hutan digundulin dulu. Pohon ditebang-tebang dulu, rata dulu kan gitu. Bersih dulu baru tanam sawit,” katanya saat berbincang dengan wartawan pada Senin (15/12/2025).
Ia menyebut anggapan sawit ramah lingkungan sebagai logika yang tidak masuk akal.
Hilangnya Hutan, Hilangnya Daya Serap Air
Politisi dapil Kalimantan Timur itu menjelaskan, hutan memiliki fungsi serapan air yang tidak tergantikan.
Saat pohon-pohon ditebang, kemampuan tanah menahan air hujan ikut hilang.
Tag



