Arus Publik

Pak Rudy Pak Seno, Ini Nih Temuan BPK soal Beasiswa Era Isran yang Please Dong Ah Tak Diulangi Lagi

Senin, 8 September 2025 21:50

PASANGAN GUBERNUR KALTIM dan WAKIL GUBERNUR KALTIM - Potret Rudy Mas'ud - Seno Aji (kiri) dan Isran Noor - Hadi Mulyadi (kanan) serta dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Kaltim 2024/ ASET IST (kolase oleh Arusbawah.co)

Rincian Penerima Tidak Tepat Sasaran

BPK membagi penerima yang tidak sesuai kriteria ke dalam dua kategori besar:

Telah menyelesaikan pendidikan

  • 173 mahasiswa lulus pada 2023 masih tercatat sebagai penerima dengan dana Rp1,16 miliar.
  • 113 mahasiswa lulus pada 2020 juga masih menerima Rp605 juta lebih.
  • Ada pula 5 penerima non-gelar dengan dana Rp43,6 juta.

Tidak melanjutkan pendidikan

Mahasiswa cuti, dikeluarkan, hingga mengundurkan diri.

Ada juga yang meninggal dunia namun dana tetap tertahan.

Penerima berstatus nonaktif mencapai 65 orang dengan dana Rp788 juta lebih.

Total penerima tidak sesuai kriteria:

  • Tahun 2023: 280 mahasiswa dengan dana Rp2,4 miliar.
  • Tahun 2020: 161 mahasiswa dengan dana Rp1,1 miliar.
TABEL - Laporan BPK Kaltim perihal dana Beasiswa Tuntas yang tertahan/ BPK Kaltim

 

Belum Ada Mekanisme Pengembalian

BPK menyoroti ketiadaan aturan teknis terkait pengelolaan sisa dana tertahan.

Dalam Juknis Beasiswa Tuntas tidak diatur mekanisme pengembalian apabila penerima sudah lulus, mengundurkan diri, atau tidak lagi aktif kuliah.

Di laporan BPK itu, Ketua Tim BP-BKT mengonfirmasi bahwa hingga Mei 2025, belum ada rekap resmi penerima yang dibatalkan serta tindak lanjut terhadap sisa dana tersebut.

Bahkan, sebagaimana dilansir dari laporan BPK, BP-BKT belum menerima surat keputusan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Kaltim terkait keberlanjutan beasiswa. 

Dari tiga temuan itu, BPK menilai ada akibat yang terdampak pada pemprov sebagai pihak pelaksana program. 

Yakni, penyaluran beasiswa ganda pada Kabupaten/Kota lainnya senilai Rp1.463.950.000,00 membebani keuangan daerah. Kedua, penyaluran Beasiswa Stimulan dan Kaltim Tuntas yang belum tepat sasaran membebani keuangan daerah senilai Rp11.138.790.000,00 (Rp10.268.000.000,00 + Rp870.790.000,00); dan terakhir terdapat risiko tidak termanfaatkannya sisa dana beasiswa tuntas 2020 dan 2023 senilai Rp3.505.628.100,00 yang tertahan di rekening penerima beasiswa yang tidak memenuhi kriteria. 

Pihak Pemprov, berdasarkan laporan tersebut, menyatakan sepakat dan akan melakukan perbaikan/ tindak lanjut. (pra)

 

Tag

MORE