Arus Publik

Mahakam Bukan Hanya Jalur Batu Bara, 66 Pesut Butuh Diselamatkan

Kamis, 12 Februari 2026 19:24

PESUT MAHAKAM - Pesut Mahakam terlihat di antara Muara Muntai-Batuq, di dalam kawasan konservasi perairan Mahakam wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara/IST Yayasan RASI

Peneliti Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Daniel Crab, menyebut lokasi tersebut merupakan jalur vital migrasi pesut.

“STS berada di kawasan konservasi dan tidak memiliki izin lokasi pemanfaatan ruang. Keberadaan tongkang yang antre dan berputar di situ mengganggu jalur migrasi pesut dari hulu menuju anak Sungai Kedang Rantau,” jelas Daniel dalam keterangan pers yang diterima redaksi. 

Ia menambahkan, kebisingan bawah air yang berlebihan serta temuan pencemaran logam berat akibat debu batu bara semakin memperburuk kondisi ekosistem.

BERSAMA WARGA - Danielle Kreb, dijuliki Ibu Pesut Mahakam, tersenyum di atas perahu di Sungai Mahakam juga sebagai pimpinan Yayasan RASI/HO to Arusbawah.co

 

Pemerintah Tegas: Ekonomi Tak Boleh Korbankan Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, pemerintah tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ekonomi yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan setiap kegiatan di habitat pesut sesuai aturan,” tegasnya.

Menurut Hanif, kondisi Pesut Mahakam saat ini sudah sangat memprihatinkan. Penurunan kualitas air dan gangguan lalu lintas kapal menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup spesies yang hanya hidup di Sungai Mahakam tersebut.

Klarifikasi Perusahaan dan Respons Induk Usaha

Perwakilan PT GBE, Muhaimin, menyatakan bahwa proyek pembangunan dermaga masih dalam tahap konstruksi dan belum beroperasi.

Tag

MORE