ARUSBAWAH.CO - Alokasi anggaran jasa pencucian (laundry) untuk Rumah Jabatan (Rumjab) Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp450 juta menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
Anggaran tersebut dialokasikan melalui Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltim untuk pemeliharaan aset di kompleks rumah jabatan.
Melansir laporan dari laman niaga.asia pada Rabu (6/5/2026), Eny (44), pemilik unit usaha Alwan Laundry yang menjadi mitra pelaksana, memberikan penjelasan mengenai rincian kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2023.
Menurut Eny, kontrak tersebut bermula pada masa kepemimpinan Pj Gubernur Akmal Malik.
Mekanisme Pemilihan dan Pola Kerja
Eny menjelaskan bahwa terpilihnya unit usaha miliknya didasari oleh frekuensi layanan di luar jam kerja normal.
Ia menyebutkan bahwa pihak pemerintah sering membutuhkan jasa cuci cepat pada waktu malam atau dini hari.
"Awalnya mungkin mereka mencari laundry terdekat dari kantor atau rumah jabatan yang bisa buka sampai malam hari. Saya sering menerima permintaan jam 10 malam harus selesai karena besok mau dipakai, atau ditelpon harus selesai jam 3 malam," ujar Eny sebagaimana dikutip dari niaga.asia.
Eny menambahkan bahwa pola kerja sama ini sangat bergantung pada agenda kedinasan di rumah jabatan.
Kesanggupan memenuhi tenggat waktu (deadline) yang singkat menjadi salah satu poin yang ia jalankan selama masa kontrak berlangsung.
- Disebut Tak Seperti yang Viral, Biro Umum Klaim Anggaran Rujab Gubernur Hanya Rp3 Miliar dari Total Rp25 Miliar yang Dipecah ke 57 Paket
- Nama Vendor di RUP, Tsamara Laundry dan Alwan Laundry Tangani Anggaran Cuci Rp450 Juta di Rumah Jabatan Gubernur Rudy Mas’ud
- Hasil Audit Dugaan Kelalaian Medis di RS Pemerintah Sudah Keluar, Pihak Rumah Sakit Akan Surati Dewan
Rincian Omset dan Jenis Pekerjaan
Mengenai nilai anggaran yang beredar, Eny memaparkan bahwa rata-rata omset bulanan yang ia terima dari jasa cuci Rumjab Gubernur berkisar di angka Rp10 juta.
Nilai ini mencakup pembersihan berbagai aset berukuran besar dan bermaterial khusus yang berada di kompleks tersebut.
Adapun aset yang ditangani meliputi karpet (ambal) tebal merek Turki, gorden gedung, taplak meja jamuan tamu, sarung kursi, hingga perlengkapan di 10 kamar guest house VIP.
Eny menjelaskan bahwa tarif yang dikenakan disesuaikan dengan volume barang dan kecepatan pengerjaan yang diminta.
"Untuk pencucian karpet tebal, harganya antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per meter persegi. Sedangkan untuk taplak meja dengan layanan express di luar jam kerja, harganya berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per item," tambah Eny.
Data Realisasi Anggaran
Berdasarkan data dari Biro Umum Setdaprov Kaltim, pagu anggaran Rp450 juta tersebut merupakan batas maksimal belanja operasional untuk memenuhi standar kebersihan di enam gedung dalam kompleks rumah jabatan.
Hal ini mencakup gedung utama, hunian gubernur, hingga fasilitas tamu negara.
Hingga Mei 2026, penggunaan anggaran laundry ini dilaporkan telah mencapai angka hampir 50 persen dari total pagu tahunan.
Plt Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, sebelumnya menyatakan bahwa realisasi ini berbanding lurus dengan intensitas kegiatan kedinasan yang berlangsung di rumah jabatan tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak penyedia jasa menyatakan masih menjalankan aktivitas operasional sesuai dengan permintaan dari pihak Biro Umum. (son)
- Anggaran Cuci Pakaian Gubernur Rp450 Juta, Pemprov Kaltim Klarifikasi: Itu untuk Karpet, Gorden, hingga Bed Cover
- Wartawan Tak Boleh Masuk Agenda Paripurna DPRD, Ada Sebutan 'Instruksi dari Atas'
- Sosok Ekti Imanuel, Wakil Ketua DPRD Kaltim yang Kenalkan Jubir Tuntutan Aksi 214, Raih 17.697 Suara di Pemilu 2024




