Walikota Samarinda itu mengajak para pengembang dan REI menjadikan Samarinda sebagai bagian dari skenario besar pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut Kecamatan Palaran sebagai salah satu wilayah yang akan didesain menjadi kota satelit yang berbatasan langsung dengan IKN.
Kritik juga diarahkan Andi terhadap budaya birokrasi yang menurutnya masih feodal.
Ia menekankan pentingnya perubahan sikap pejabat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Birokrasi kita sudah ketinggalan zaman. Bukan zamannya duduk di singgasana, semua orang disuruh datang. Sekarang pejabat harus jemput bola, bantu pengusaha. Karena kita semua ini sedang butuh: butuh pertumbuhan, butuh pekerjaan," bebernya.
Pertumbuhan ekonomi Samarinda disebut mencapai 8,66 persen, tertinggi di Kalimantan dan melebihi rata-rata nasional.
Namun, Andi menyadari pertumbuhan ini belum cukup kuat jika daya beli masyarakat terus melemah dan kelas menengah terus tergerus.
Menutup sambutannya, Andi menegaskan bahwa Samarinda siap menjadi kawasan investasi strategis nasional, berdampingan langsung dengan IKN.
"Samarinda punya peluang besar di era Prabowo 2028 saat IKN mulai operasional. Kota ini berbatasan langsung dengan IKN, infrastrukturnya terus dikembangkan. Saya undang semua pengusaha, ayo datang ke Samarinda. Atau panggil saya, ke Bandung, ke Makassar, saya siap jemput bola," pungkasnya. (adv)
Tag



