ARUSBAWAH.CO - Industri properti masih menyimpan potensi besar di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto saat Gala Dinner HUT ke-53 REI di Teras Samarinda, Kamis (15/5/2025) malam.
Dalam keterangannya, Joko Suranto mengungkapkan backlog atau kekurangan hunian di Kalimantan Timur saat ini mencapai 300 ribu unit.
Sementara realisasi pembangunan rumah baru masih minim, hanya sekitar 300–400 unit per tahun.
"Ini peluang besar untuk kita semua. Industri properti itu padat karya. Kaltim butuh 300 ribu unit, tapi tiap tahun baru tercapai 300–400 rumah. Ini artinya pertumbuhan sangat lambat. Harus ada percepatan dan kolaborasi," ujar Joko Suranto.
Joko juga menyampaikan optimismenya terhadap program nasional 3 juta rumah yang digagas pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo-Gibran.
Ia menilai program ini bisa menggerakkan ekonomi desa dan menyerap tenaga kerja.
"Rata-rata tiap desa dapat 25 unit. Kalau 1 unit nilainya Rp100 juta, maka ada Rp2,5 miliar mengalir per desa. Ini bukan hanya soal rumah, tapi juga stimulus ekonomi. Akan lahir pengusaha baru di desa," lanjutnya.
Menurut Joko, sektor properti tak bisa dipisahkan dari 185 industri lainnya.
Karena itu, perhatian serius pemerintah terhadap kemudahan perizinan dan kepastian tata ruang menjadi kunci keberhasilan program ini.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan respons tegas dan membuka lebar pintu investasi bagi para pengembang properti.
"Luas Samarinda itu setara Jakarta, sekitar 716 km². Land property masih luas, banyak ruang yang bisa dikembangkan. Saya ajak pengusaha properti jangan ragu berinvestasi. Bahkan, lahan milik Pemkot dekat Hotel Mercure bisa dipakai kerja sama, ungkap Andi Harun.
Andi Harun juga menyinggung persoalan klasik yang selama ini menghambat pengembang properti di Samarinda, yakni zonasi tata ruang.
Ia mengklaim sudah membenahi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar tak lagi jadi batu sandungan.
"Dulu banyak lahan tak masuk zona perumahan. Kredit macet, rumah tak bisa dijual. Sekarang semua pengembang yang urus RTRW, saya pastikan tanpa biaya. Kalau ada yang main-main, laporkan, saya jewer," lanjutnya.
Tak hanya menyasar regulasi, Andi Harun juga menyinggung tantangan domestik dan global yang dihadapi sektor properti.
Ia menyebut kebijakan baru seperti pengganti IMB, yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), justru menyulitkan pelaku usaha.
"IMB ganti PBG katanya untuk mempermudah, kenyataannya tambah rumit. Proses panjang, biaya tinggi, bukan di pemerintahnya, tapi di konsultan. Paradigma baru properti ekonomi harusnya jadi trigger pertumbuhan. Tapi itu mustahil kalau regulasi masih ruwet dan membingungkan," jelas Andi Harun.
Walikota Samarinda itu mengajak para pengembang dan REI menjadikan Samarinda sebagai bagian dari skenario besar pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut Kecamatan Palaran sebagai salah satu wilayah yang akan didesain menjadi kota satelit yang berbatasan langsung dengan IKN.
Kritik juga diarahkan Andi terhadap budaya birokrasi yang menurutnya masih feodal.
Ia menekankan pentingnya perubahan sikap pejabat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Birokrasi kita sudah ketinggalan zaman. Bukan zamannya duduk di singgasana, semua orang disuruh datang. Sekarang pejabat harus jemput bola, bantu pengusaha. Karena kita semua ini sedang butuh: butuh pertumbuhan, butuh pekerjaan," bebernya.
Pertumbuhan ekonomi Samarinda disebut mencapai 8,66 persen, tertinggi di Kalimantan dan melebihi rata-rata nasional.
Namun, Andi menyadari pertumbuhan ini belum cukup kuat jika daya beli masyarakat terus melemah dan kelas menengah terus tergerus.
Menutup sambutannya, Andi menegaskan bahwa Samarinda siap menjadi kawasan investasi strategis nasional, berdampingan langsung dengan IKN.
"Samarinda punya peluang besar di era Prabowo 2028 saat IKN mulai operasional. Kota ini berbatasan langsung dengan IKN, infrastrukturnya terus dikembangkan. Saya undang semua pengusaha, ayo datang ke Samarinda. Atau panggil saya, ke Bandung, ke Makassar, saya siap jemput bola," pungkasnya. (adv)




