“Air bawah tanah juga kita coba teliti kualitasnya,” tambah Marnabas.
Kenaikan Bahan Kimia Diakui Jadi Tantangan
Dalam kesempatan itu, Marnabas juga menyinggung kenaikan harga bahan kimia dan solar industri yang digunakan dalam proses produksi air bersih.
Menurutnya, kondisi tersebut memang menjadi tantangan tersendiri bagi operasional perusahaan daerah.
Namun ia memastikan hingga saat ini kondisi keuangan Perumdam Tirta Kencana masih dalam kategori aman.
“Masih surplus kok. Masih aman,” tegasnya.
Ia menyebut, PDAM saat ini juga tengah mencari alternatif bahan kimia lain yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pengolahan air.
“Kita minta mencari alternatif lain tanpa mengurangi kualitas,” katanya.
Menurut Marnabas, kenaikan biaya produksi tidak hanya terjadi di Samarinda, melainkan juga dipengaruhi situasi global.
“Dampak perang Rusia-Ukraina, Iran sama Amerika ini sangat berpengaruh karena bahan-bahan itu banyak dari luar negeri,” tutupnya. (sobizz/raf)
- Lampaui Target PAD, Kinerja Perumdam Tirta Kencana Dapat Pujian dari Pansus LKPJ DPRD Samarinda
- 10 Insinerator Siap Operasi, Pemkot Samarinda Target Pangkas Hingga 500 Ton Sampah per Hari
- Perbaikan Kebocoran Pipa PDAM Samarinda di Jalan Merbabu Sudah Rampung, Distribusi Air Masih Penormalan
- Skema Tarif Progresif dan Penghapusan Abonemen, Penjelasan Perumdam Samarinda
Tag




