Langkah tersebut dinilai penting agar Samarinda memiliki skenario mitigasi lebih matang apabila musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Menurut Marnabas yang juga Asisten II Pemkot Samarinda ini, berdasarkan informasi awal, masih terdapat beberapa titik intake yang dinilai aman dari pengaruh air asin.
Karena itu, pemerintah mulai mempertimbangkan pembangunan intake tambahan untuk memperkuat pasokan air baku.
“Katanya masih ada intake yang aman. Ya kalau memang diperlukan kita bikin lagi satu, walaupun biayanya tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, opsi pembangunan intake baru juga memungkinkan dilakukan di wilayah sekitar Samarinda dengan koordinasi bersama pemerintah daerah terkait.
“Apakah di luar, misal di Kukar sana itu kan tinggal izin dengan pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.”
Distribusi Air Bersih Disiapkan Lewat Mobil Tangki
Selain menyiapkan sumber air baku alternatif, PDAM juga mulai menyusun langkah darurat apabila distribusi air terganggu akibat kemarau panjang.
Salah satu opsi yang disiapkan ialah distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke kawasan yang rawan kekurangan air.
“Kalau memang diperlukan nanti mobil-mobil tangki kita gerakkan, terutama daerah-daerah yang kesulitan air,” ujarnya.
Tak hanya itu, kualitas air bawah tanah juga mulai dipelajari sebagai salah satu alternatif cadangan sumber air bersih.
Tag



