Arus Publik

Perumda Tirta Kencana Samarinda

Ketua Dewas PDAM Samarinda Ungkap Persiapan Hadapi Kemarau dan Intrusi Air Laut

Jumat, 8 Mei 2026 19:3

WAWANCARA - Ketua Dewan Pengawas PDAM Samarinda, Marnabas Patiroy/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Marnabas Patiroy, memastikan perusahaan daerah air minum itu mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak musim kemarau terhadap distribusi air bersih di Samarinda.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian ialah ancaman intrusi air laut ke Sungai Mahakam saat debit air mengalami penurunan drastis.

Marnabas mengatakan, pihaknya telah meminta jajaran Perumdam Tirta Kencana mempelajari pola kemarau panjang yang pernah terjadi pada 1998 sebagai bahan evaluasi dan mitigasi menghadapi musim kemarau tahun ini.

“Kita sudah antisipasi itu. Mudah-mudahan tidak sampai terlalu parah. Tapi tetap harus dipersiapkan dari sekarang,” ujar Marnabas kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini memang masih relatif aman karena hujan masih turun dalam beberapa hari terakhir. 

Meski demikian, PDAM tetap melakukan pemantauan terhadap potensi masuknya air asin ke Sungai Mahakam yang dapat memengaruhi kualitas air baku.

“Kita sudah pantau sampai di mana intrusi air laut nanti masuk ke Sungai Mahakam,” katanya.

PDAM Pelajari Pola Kemarau 1998

Marnabas menjelaskan, kemarau panjang 1998 menjadi salah satu acuan penting bagi PDAM untuk memetakan wilayah yang terdampak intrusi air laut serta menentukan titik intake air yang masih aman digunakan.

Ia menyebut, pihaknya telah meminta PDAM menelusuri kembali data dan catatan teknis terkait kondisi saat itu.

“Saya sudah minta PDAM mempelajari lagi tahun 98 waktu kemarau panjang itu. Sampai di mana titik terakhir intrusi air lautnya,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar Samarinda memiliki skenario mitigasi lebih matang apabila musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

Menurut Marnabas yang juga Asisten II Pemkot Samarinda ini, berdasarkan informasi awal, masih terdapat beberapa titik intake yang dinilai aman dari pengaruh air asin.

Karena itu, pemerintah mulai mempertimbangkan pembangunan intake tambahan untuk memperkuat pasokan air baku.

“Katanya masih ada intake yang aman. Ya kalau memang diperlukan kita bikin lagi satu, walaupun biayanya tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, opsi pembangunan intake baru juga memungkinkan dilakukan di wilayah sekitar Samarinda dengan koordinasi bersama pemerintah daerah terkait.

“Apakah di luar, misal di Kukar sana itu kan tinggal izin dengan pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.”

Distribusi Air Bersih Disiapkan Lewat Mobil Tangki

Selain menyiapkan sumber air baku alternatif, PDAM juga mulai menyusun langkah darurat apabila distribusi air terganggu akibat kemarau panjang.

Salah satu opsi yang disiapkan ialah distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke kawasan yang rawan kekurangan air.

“Kalau memang diperlukan nanti mobil-mobil tangki kita gerakkan, terutama daerah-daerah yang kesulitan air,” ujarnya.

Tak hanya itu, kualitas air bawah tanah juga mulai dipelajari sebagai salah satu alternatif cadangan sumber air bersih.

“Air bawah tanah juga kita coba teliti kualitasnya,” tambah Marnabas.

Kenaikan Bahan Kimia Diakui Jadi Tantangan

Dalam kesempatan itu, Marnabas juga menyinggung kenaikan harga bahan kimia dan solar industri yang digunakan dalam proses produksi air bersih.

Menurutnya, kondisi tersebut memang menjadi tantangan tersendiri bagi operasional perusahaan daerah.
Namun ia memastikan hingga saat ini kondisi keuangan Perumdam Tirta Kencana masih dalam kategori aman.

“Masih surplus kok. Masih aman,” tegasnya.

Ia menyebut, PDAM saat ini juga tengah mencari alternatif bahan kimia lain yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pengolahan air.

“Kita minta mencari alternatif lain tanpa mengurangi kualitas,” katanya.

Menurut Marnabas, kenaikan biaya produksi tidak hanya terjadi di Samarinda, melainkan juga dipengaruhi situasi global.

“Dampak perang Rusia-Ukraina, Iran sama Amerika ini sangat berpengaruh karena bahan-bahan itu banyak dari luar negeri,” tutupnya. (sobizz/raf)

 

Tag

MORE