Samarinda, dijuluki Kota Tepian atau Kota Industri dengan penyumbang PAD dari industri pengolahan kayu, batu bara, dan perdagangan, mengalami penurunan dari Rp2,60 triliun di 2025 menjadi Rp1,04 triliun pada 2026, turun 59,8 persen.
DBH 2026 tercatat Rp267 miliar, sedangkan DAU Rp772 miliar.
9. Kabupaten Penajam Paser Utara
PPU, yang dikenal sebagai Benuo Taka dengan sektor unggulan pertanian dan perkebunan, ikut terseret pemangkasan TKD dari Rp1,62 triliun pada 2025 menjadi Rp1,01 triliun pada 2026, turun 37,2 persen.
Komposisi DTU 2026 mencakup DBH Rp254 miliar dan DAU Rp757 miliar.
10. Kabupaten Mahakam Ulu
Mahakam Ulu, dijuluki Benuo Taka dengan sektor unggulan kehutanan, pertambangan emas kecil, dan perkebunan lokal, juga menyusut dari Rp1,69 triliun di 2025 menjadi Rp777 miliar pada 2026, turun sebesar 54,1 persen.
DTU 2026 terdiri atas DBH Rp277 miliar dan DAU Rp499 miliar.
Rata-Rata Penurunan TKD di Kaltim Hampir 50 Persen
Dari keseluruhan data, rata-rata penurunan TKD di 10 kabupaten/kota Kalimantan Timur mencapai sekitar 50 persen.
Angka itu memaksa pemerintah daerah harus menyesuaikan kembali postur anggaran dan menerapkan efisiensi secara ketat di berbagai sektor.
Persentase Penurunan TKD 2025–2026 per Daerah di Kaltim
- Berau: Menyusut 61,7%
- Kutai Kartanegara: Menyusut 50,6%
- Kutai Barat: Menyusut 24,6%
- Kutai Timur: Menyusut 48,8%
- Paser: Menyusut 40,8%
- Balikpapan: Menyusut 60,5%
- Bontang: Menyusut 53,2%
- Samarinda: Menyusut 59,8%
- Penajam Paser Utara: Menyusut 37,2%
- Mahakam Ulu: Menyusut 54,1%
(wan)
Tag




