DTU 2026 terdiri atas DBH Rp494 miliar dan DAU Rp1,4 triliun.
4. Kabupaten Kutai Timur
Kutai Timur, yang dikenal dengan sektor pertambangan batu bara terbesar, perkebunan, serta industri energi, yang juga mengalami pemangkasan TKD dari Rp6,37 triliun menjadi Rp3,26 triliun, berkurang 48,8 persen.
DBH 2026 tercatat Rp1,2 triliun, sedangkan DAU Rp2,01 triliun.
5. Kabupaten Paser
Paser, dijuluki Bumi Daya Taka dengan sektor unggulan pertanian, perkebunan, dan tambang batu bara, ikut mengalami pemangkasan TKD dari Rp2,74 triliun di 2025 menjadi Rp1,62 triliun pada 2026, turun 40,8 persen.
DBH 2026 mencapai Rp523 miliar dan DAU Rp1,09 triliun.
6. Kota Balikpapan
Balikpapan juga mengalami pemangkasan TKD oleh pemerintah pusat secara drastis di antara kota-kota besar di Kaltim.
Padahal Balikpapan dijuluki Kota Minyak, penyumbang pendapatan dari pertambangan minyak dan gas, juga turun dari Rp2,07 triliun di 2025 menjadi Rp817 miliar pada 2026, turun sekitar 60,5 persen.
Komposisi DTU tahun 2026 mencakup DBH Rp271 miliar dan DAU Rp546 miliar.
7. Kota Bontang
Bontang, yang dikenal sebagai Kota LNG dengan sektor unggulan industri gas alam cair, pupuk, dan industri berat, TKD-nya menyusut dari Rp1,78 triliun menjadi Rp830 miliar, turun 53,2 persen.
DTU 2026 terdiri atas DBH Rp321 miliar dan DAU Rp509 miliar.




