Ia juga mengkritisi penyebaran informasi oleh akun anonim yang mengatasnamakan media tanpa identitas redaksi yang transparan.
“Informasi harus jelas sumbernya, bukan sekadar tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.
Dasmiah menambahkan bahwa media sosial seharusnya berperan dalam mencerdaskan publik dengan menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Warga Kaltim Dinilai Semakin Cerdas
Meski demikian, ia tetap optimistis masyarakat Kalimantan Timur semakin bijak dalam menyaring informasi di ruang digital.
Menurutnya, publik kini mampu membedakan antara informasi berbasis fakta dan opini yang tidak terverifikasi.
“Warga Kaltim sudah semakin cerdas. Mereka bisa menilai mana informasi yang benar dan mana yang tidak berdasar,” pungkasnya. (red)
Baca juga:
- Biro Umum Kaltim: 'Memprihatinkan Plafon Jebol, Atap Jadi Kolam', Itu Ungkapan Soal Belanja Fasilitas Rp25 Miliar Gubernuran
- Video 57 Detik Saling Dorong Warga dan Polisi di Polresta Balikpapan Viral, Simak Klarifikasi Kapolda Irjen Pol Endar Priantoro
- Bedah PAD Kaltim 2025: Mahakam Ulu Tembus 500 Persen, Data Lengkap 10 Daerah
Tag




