“Setiap daerah punya cerita perjuangannya sendiri. Dari Kalimantan, Sumatera, Maluku, Papua, hingga Jawa, semua punya kontribusi dalam perlawanan terhadap penjajahan. Ini harus ditampilkan secara adil,” ujarnya.
113 Sejarawan Terlibat, Penulisan Ditarget Rampung Agustus 2025
Kementerian Kebudayaan, menurut Fadli, telah melibatkan 113 sejarawan dari sekitar 40 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Penulisan dilakukan berdasarkan keahlian akademis masing-masing, termasuk dari Kalimantan Timur.
“Proyek ini melibatkan para sejarawan dari berbagai penjuru negeri menulis berdasarkan keahlian mereka. Tidak perlu khawatir soal objektivitas,” kata Fadli.
Ia menargetkan penulisan ulang sejarah nasional ini akan rampung pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada tahun 2025.
“Jadi bukan orang sembarangan, enggak bisa juga yang menulis sejarah itu ahli kimia atau kedokteran,” pungkasnya dengan nada bercanda.
(wan)
- Wabup Kukar Rendi Solihin Diberitakan Syukuran Kemenangan Pilkada di Kampung Halaman, Sumbang Dana untuk Pengerasan Jalan
- Hetifah-Istri Mas'ud-Neni Moerniaeni, Siapa Paling Banyak Follower di Instagram?
- Daftar Anggota DPR RI dari Kalimantan Timur Periode 2024–2029 dan Komisi yang Mereka Pegang di Senayan
Tag




