Disusul Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp977,1 miliar, serta Belanja Hibah sebesar Rp134,1 miliar.
Sementara Belanja Bantuan Sosial hanya mendapat jatah Rp560 juta, jauh di bawah Belanja Hibah yang mencapai Rp134 miliar.
Bahkan angka Rp560 juta itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Belanja Pegawai yang 2.809 kali lebih besar.
Jika dibagi rata kepada sekitar 900.000 jiwa penduduk Samarinda, maka jatah bansos per orang per tahun hanya sekitar Rp622.
Minimnya Bansos dan APBD Daerah
Bantuan sosial dalam konteks APBD daerah sejatinya merupakan instrumen penting untuk menjangkau kelompok rentan, mulai dari lansia miskin, penyandang disabilitas, korban bencana, hingga anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Di sisi lain, sumber pendapatan Samarinda terbilang cukup kuat.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,21 triliun, dengan pajak daerah saja menyumbang Rp969,9 miliar.
Ditambah pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan antardaerah sebesar Rp1,94 triliun, Samarinda sebetulnya memiliki ruang fiskal yang memadai untuk meningkatkan alokasi perlindungan sosial.
Tag



