“Warga sering menuntut hak, tapi melupakan kewajiban sosial. Padahal hadir di musrenbang, ikut rapat RT, atau mengawasi penggunaan dana desa adalah bagian dari kewajiban tersebut,” ujarnya.
Beberapa warga mengangguk, mengaku jarang hadir di musyawarah desa karena merasa “tidak paham” atau “tak ada gunanya”.
Victor menjawab pelan, “Kalau tidak hadir, bagaimana suara warga terdengar?”
Desa Jadi Titik Pertama Pendidikan Demokrasi
Didik menyebut desa sebagai ruang paling nyata untuk mempraktikkan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Demokrasi bukan hanya soal Pemilu. Demokrasi itu terasa saat warga berani bertanya, berani mengawasi, dan berani terlibat,” katanya.
Ia juga berkomitmen menjadikan masukan warga dalam PDD kali ini sebagai bagian dari kerja pengawasan DPRD Kaltim ke depan. (adv)
Tag



