Narasumber Beni Sianturi menjelaskan bahwa miskinnya literasi hak publik membuat masyarakat sering merasa jauh dari proses pengambilan keputusan.
“Selama warga tidak paham haknya, mereka akan selalu berada di luar lingkaran kebijakan. Padahal demokrasi berjalan kalau warga aktif mengontrol kekuasaan,” tegas Beni.
Didik Agung: Demokrasi Dimulai dari Warga yang Merasa Punya Peran
Dalam pembukaannya, Didik Agung menyampaikan bahwa forum PDD tidak hanya bertujuan memberikan pendidikan politik, tetapi juga membangun kesadaran bahwa warga desa adalah pilar utama demokrasi.
“Banyak warga tahu hak memilih, tapi belum tentu tahu hak mengawasi atau hak meminta transparansi. Dan yang tidak kalah penting, ada kewajiban ikut musyawarah, menjaga ketertiban, dan mengawasi anggaran,” ujarnya.
Menurut Didik, pemahaman inilah yang menjadi “titik lemah” demokrasi di banyak desa—masyarakat tahu mereka punya suara, tetapi belum semua memahami apa yang bisa dilakukan setelah suara itu digunakan.
Kewajiban yang Sering Terlupakan
Narasumber lain, Victor Boni Pasilala, mengajak warga melihat demokrasi bukan hanya sebagai hak yang diberikan negara, tetapi juga sebagai ruang tanggung jawab bersama.
Tag



