Daya Saing Sawit Indonesia Masih Sangat Kuat
Secara global, Indonesia dan Malaysia masih mendominasi ekspor minyak sawit dunia. Pada 2024:
- Indonesia menguasai 48,38 persen pasar dunia
- Malaysia menyusul dengan 32,80 persen
Nilai Self Sufficiency Ratio (SSR) kelapa sawit Indonesia berada di kisaran 313,79–531,59 persen, menandakan produksi domestik jauh melampaui kebutuhan dalam negeri.
Sementara itu, nilai Index of Specialization (ISP) berkisar antara 0,992–1,00, serta nilai Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) sebesar 0,95–0,96, mengonfirmasi bahwa sawit Indonesia memiliki daya saing dan keunggulan komparatif yang sangat kuat di pasar global.
Catatan Pasar Global
Meski unggul, penetrasi pasar ke sejumlah negara utama menunjukkan tekanan. Pada 2024 dibandingkan 2023:
- Ekspor ke India turun 13,68 persen
- Ekspor ke Cina turun 40,93 persen
- Ekspor ke Amerika Serikat turun 14,44 persen
Catatan:
Konversi nilai menggunakan asumsi kurs Rp15.800 per USD untuk kepentingan penulisan berita ekonomi.
(pra)
Baca juga:
- Tunggakan Jamrek Puluhan Ribu Hektar di Kaltim, Disetor ke Pemda atau Rekening Khusus Ditjen Minerba?
- Luasan Tambang Belum Bayar Jamrek di Kaltim Capai 70.824 Hektar! Setara 99.210 Lapangan Sepak Bola Standar FIFA
- Dampak Banjir Lebih Mahal dari Tambang: Studi CELIOS Ungkap Kerugian Nasional Rp68,6 Triliun
Tag




