Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam struktur pengeluaran, terutama didorong oleh belanja pegawai sebesar Rp3,95 triliun dan belanja barang dan jasa Rp3,75 triliun.
Sementara itu, belanja modal, yang umumnya berkaitan dengan pembangunan atau pengadaan aset tetap, bernilai sekitar Rp1,06 triliun.
Di sisi lain, pendapatan daerah sebesar Rp14,25 triliun bersumber dari tiga komponen utama, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. PAD menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp10,75 triliun, yang sebagian besar berasal dari pajak daerah sebesar Rp9,06 triliun. (raf)
Baca juga:
- 2026 Pemprov Kaltim Target Pajak Alat Berat Rp50 Miliar, BPK Ungkap Pendapatan 2024 Hanya Rp1,14 Miliar
- Belanja Transfer APBD Kaltim 2026 Capai Rp5,89 Triliun, Bagi Hasil Jadi Porsi Terbesar
- Ini Angka Target Pendapatan Pemprov Kaltim dari Dividen Penyertaan Modal BUMD, Tak Sampai Rp 1 Triliun
- Pemprov Kaltim Kucurkan Rp1,06 Triliun untuk Belanja Modal 2026, Infrastruktur Dominan
Tag




