Arus Publik

Deep Talk with Arusbawah.co

Dari Uang Rp2 Juta yang Diam-diam Ditransfer ke Rekening Orang Lain, Cerita Helmi Abdullah yang Jarang Diketahui

Kepercayaan Jadi Titik Balik Hidup Helmi Abdullah

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, saat menjadi narasumber program DeepTalk Arusbawah.co

Perusahaan itu bergerak di bidang jasa telekomunikasi, sektor yang sama sekali tidak pernah dipelajari Helmi di bangku kuliah.

"Saya ini latar belakangnya akuntansi. Tidak pernah belajar telekomunikasi," ujarnya.

Meski begitu, kesempatan yang datang tidak main-main.

Tahun 1997, ketika Mal Lembuswana baru berdiri di Samarinda, perusahaan yang baru dibentuk itu mendapatkan pekerjaan pemasangan instalasi telekomunikasi.

Proyek itu menjadi pintu masuk bagi Helmi ke industri yang saat itu sedang berkembang pesat.

Dari satu pekerjaan, datang pekerjaan berikutnya.

Ia kemudian dipercaya menjadi mitra Telkom untuk berbagai proyek jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur.

Perusahaannya mengerjakan pemasangan kabel telepon, pembangunan menara telekomunikasi, jaringan fiber optik hingga distribusi material telekomunikasi ke berbagai wilayah di Indonesia Timur.

Bisnis itu berkembang cepat.

Jumlah karyawan bertambah.

Wilayah kerja meluas hingga lintas provinsi dan lintas pulau.

Krisis Moneter 1998 Justru Jadi Momentum Bisnis Helmi Abdullah

Momentum terbesar datang saat Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998.

Ketika banyak perusahaan kolaps akibat melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat, perusahaan Helmi justru memperoleh keuntungan dari stok material yang telah lebih dulu disimpan.

Saat kurs dolar melompat dari kisaran Rp1.500 menjadi Rp7.500 hingga Rp9.000 per dolar AS, harga material telekomunikasi ikut melonjak tajam.

"Kami waktu itu sudah punya stok barang. Jadi ketika harga naik, nilai barang yang kami simpan ikut naik," ujarnya.

Keuntungan dari bisnis telekomunikasi itu kemudian diinvestasikan ke berbagai aset.

Salah satunya lahan di kawasan Pinang Seribu, Samarinda yang dibeli secara bertahap dari hasil usaha selama bertahun-tahun.

Kini kawasan itu tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata air terjun dan bumi perkemahan.

Pilih Gus Dur, Tinggalkan Politik, Lalu Kembali Bersama Gerindra

Namun perjalanan Helmi tidak hanya berputar di dunia usaha.

Pada 2007, ketika konflik internal PKB pecah antara kubu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Muhaimin Iskandar, ia memilih berdiri di belakang Gus Dur.

Keputusan itu membuatnya meninggalkan aktivitas politik praktis.

Helmi mengaku sempat berpikir karier politiknya selesai.

Ia kembali fokus mengurus bisnis dan mengembangkan usaha yang dimiliki.

Tag

MORE