"Saya waktu itu merasa mungkin memang bukan rezeki saya di politik," katanya.
Tapi enam tahun kemudian situasi berubah.
Pada 2013, Ipong Muchlissoni mengajaknya bergabung ke Partai Gerindra.
Saat itu Gerindra di Samarinda hanya memiliki satu kursi DPRD dan belum menjadi kekuatan politik utama.
Helmi kemudian dipercaya membantu membangun struktur partai.
Ia menyusun jaringan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT.
Sejumlah tokoh yang pernah dikenalnya saat aktif di PKB juga diajak bergabung.
Target awal yang dipasang sebenarnya sederhana, yakni menaikkan perolehan kursi menjadi tiga.
Hasilnya jauh melampaui ekspektasi.
Dari Satu Kursi hingga Mengantarkan Gerindra Menang di Samarinda
Pada Pemilu 2014, Gerindra meraih lima kursi DPRD Samarinda dan berhak mendapatkan kursi pimpinan dewan.
Helmi yang sebelumnya tidak pernah membayangkan masuk jajaran pimpinan legislatif akhirnya dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Samarinda.
Lima tahun berikutnya, perolehan Gerindra meningkat menjadi delapan kursi.
Pada Pemilu 2024, partai itu kembali naik menjadi sembilan kursi sekaligus menjadi pemenang pemilu legislatif di Samarinda.
Hasil tersebut mengantarkan Helmi ke kursi Ketua DPRD Samarinda.
Helmi Abdullah: Yang Paling Mahal Itu Kepercayaan
Meski kini berada di puncak karier politiknya, Helmi menilai perjalanan panjang itu tidak lahir dari kecakapan politik semata.
Ia justru melihat benang merah yang menghubungkan seluruh fase hidupnya adalah kepercayaan.
Kepercayaan yang menurutnya dibangun melalui kejujuran, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga komitmen.
"Yang paling mahal itu kepercayaan. Kita bisa bilang diri kita jujur, tapi yang menentukan adalah orang lain percaya atau tidak kepada kita," ujar Helmi.
(wan)
Tag




