Arus Publik

Demo 21 April

Cerita Wartawati Mengaku Diintimidasi di Kantor Gubernur Kaltim: 'Seperti Menangkap Maling, Mereka Mengerubungi Saya'

Rabu, 22 April 2026 19:43

Ilustrasi intimidasi terhadap pers/Buatan AI

“Tolong aku ditahan,” tulisnya sebelum ponselnya dirampas kepada rekan wartawan.

File Liputan Dihapus, Korban Mengaku Tertekan

Ia mengaku mengalami tekanan saat petugas memaksa menghapus sejumlah file di ponselnya, termasuk dokumentasi foto dan video aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur.

Peristiwa itu membuat MS terpukul.

Ia mengaku menangis karena merasa dipermalukan di depan umum.

Sekitar pukul 16.52 WITA, ponselnya dikembalikan.

Ia kemudian diminta pulang dan menunggu dijemput rekan kantornya di pos keamanan pintu samping dekat ATM belakang.

Akibat kejadian tersebut, MS mengaku terlambat mengirim naskah berita yang sebelumnya sudah ia kerjakan di dalam gedung.

Sejumlah bahan liputan ikut hilang karena terhapus.

“Saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang sudah ditenggat deadline. Bahkan sempat diperingati pimred,” pungkasnya.

Upaya Konfirmasi Diskominfo Kaltim

Dikonfirmasi terpisah soal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, meminta redaksi untuk menghubungi langsung biro Administrasi Pimpinan (Adpim).

“Bisa ke biro Adpim karena mereka yang tangani kasus,” kata Faisal saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Upaya Konfirmasi ke Adpim Belum Berbuah Hasil

Sementara itu, redaksi Arusbawah.co juga telah berupaya menghubungi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Kaltim, Syariah Alawiyah, yang akrab disapa Yuyun, untuk meminta klarifikasi lebih lanjut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp belum mendapat respons.

Redaksi Arusbawah.co akan memperbarui dan menginformasikan perkembangan lebih lanjut apabila pihak terkait memberikan tanggapan.

(wan)

 

Tag

MORE