Arus Publik

Demo 21 April

Cerita Wartawati Mengaku Diintimidasi di Kantor Gubernur Kaltim: 'Seperti Menangkap Maling, Mereka Mengerubungi Saya'

Rabu, 22 April 2026 19:43

Ilustrasi intimidasi terhadap pers/Buatan AI

Puncak Insiden: HP Dirampas, Jurnalis Dikerubungi

Puncaknya terjadi pukul 16.45 WITA.

Tiga satpam kembali datang dan meminta MS segera keluar.

Saat itu, ia baru saja membuka nasi kotak yang diberikan staf Adpim dan hendak makan.

Permintaannya untuk menyelesaikan makan ditolak, dan ia diminta segera berkemas.

Ketegangan meningkat beberapa menit kemudian.

Pukul 16.49 WITA, salah satu satpam tiba-tiba merebut paksa ponsel dari tangan MS.

“Mbak tadi rekam saya?” tanya satpam dengan nada tinggi.

“Mbak sudah dikasih masuk ke sini jangan rekam-rekam,” lanjutnya.

MS mengaku ditahan oleh tiga petugas dan digiring menuju staf keamanan lain berbaju hitam.

Dalam kondisi tersebut, ia merasa diperlakukan seperti pelaku kriminal.

“Seperti menangkap maling, mereka mengerubungi saya di depan lobby pintu masuk Kesbangpol lantai 1,” ujarnya.

Di lokasi itu, wajah MS direkam oleh petugas dengan alasan dokumentasi internal.

Ia kemudian diinterogasi oleh seorang petugas berpakaian hitam setelah sebelumnya dilakukan koordinasi melalui handy talky.

MS mencoba menjelaskan bahwa keberadaannya di dalam gedung semata untuk beristirahat, mengisi daya ponsel, dan makan.

Ia menegaskan tidak melakukan aktivitas mencurigakan dan tetap berada di satu titik, di pojok dekat tangga lantai 2, depan ruang Biro Umum.

Namun situasi justru semakin memanas saat MS mencoba merekam kondisi dirinya yang dikerubuni petugas.

Upaya itu berujung pada perampasan ponselnya.

“Mbak sama saja menjatuhkan instansi kami kalau begini,” kata salah satu satpam, menurut pengakuan MS.

Dalam kondisi sendirian, MS sempat mengirim pesan singkat kepada rekan jurnalis lain untuk meminta bantuan.

Tag

MORE