Janji Hentikan Pemborosan Anggaran
Mewakili unsur DPRD, Partai Golkar, hingga pemerintah daerah, Ayub menyampaikan komitmen untuk tidak mengulangi kebijakan yang dianggap berlebihan dan tidak sensitif.
“Kami berjanji tidak akan mengulangi hal-hal yang bersifat kemewahan, pemborosan, dan yang tidak merasakan penderitaan rakyat saat ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya konsistensi antara kebijakan efisiensi anggaran dengan realisasi di lapangan.
“Efisiensi memang terjadi di Kaltim, tapi kalau tidak berbanding lurus dengan pengeluaran, itu juga jadi masalah,” tambahnya.
Buka Ruang Kritik
Terakhir, Ayub menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah membuka diri terhadap kritik publik, baik yang bersifat keras maupun membangun.
“Teman-teman boleh menguliti kami, menganalisis kami, menelisik kami. Media dan masyarakat silakan mengawasi kami. Ini bentuk keterbukaan,” pungkasnya. (sobizz/raf)
- Pasca-Demo 21 April: Pilar-pilar Pagar Kantor Gubernur Kaltim Dipenuhi Coretan Makian, Kawat Berduri Masih Terpasang
- Demo 21 April Kaltim: DPRD Teken Pakta Integritas, Aksi Berujung Bentrok di Malam Hari
- Mengenal Apa Itu Hak Angket DPRD, Cara Penggunaanya yang Diusulkan Aliansi Rakyat Kaltim Di Demo 21 April, Besok!
- Bukan Hasan Mas'ud, Ekti Imanuel Temui Massa Demo di DPRD Kaltim! Dewan Janji Setop Praktik KKN
Tag




